Tanya Jawab Hukum Keluarga dan Waris (hukumonline.com)

Ini juga tentang hukum keluarga dan waris .. penting karena pasti akan di jumpa dalam kehidupan sebagai mahasiswa hukum yangtelah mengikuti mata kuliah ini apakah anda bisa menjawab persoalan yang mungkin terjadi di masa depan? apakah anda mempunyai jawabannya? Coba saja test memampuan ada sendiri apakah teori yang di dapatkan di kelas sesuai dengan yangterjadi di lapangan… met menikmati dalam mencoba menjawab pertanyaan ini oke?

  1. 1. yth. redaksi saya selaku PNS akan mengajukan cerai dgn istri ku, jika mendasari PP yang ada harus ada perstujuan pimpinan, jika saya mengajukan tanpa persetujuan pimpinan untuk resiko hukumnya bagaimana untuk saya, jujur saja saya sudah pisah 3 tahun dgn istriku, dan saya sudah diminta pamitan oleh istriku kemudian saya sudah pamitan untuk berpisah dengannya pada org tuanya, untuk kewajiban keuangan untuk anak ku setiap bulan aku penuhi. mohon bantuan kepada redaksi yang terhormat, atas bantuannya saya ucapkan sangat berterimah kasih.
  2. Saya (WNI) menikah dengan WNA Prancis di Jepang. Kami berdua beragama Kristen Katolik, tetapi kami tidak melangsungkan perkawinan menurut hukum agama (pernikahan di gereja). Perkawinan ini telah didaftarkan di kedutaan besar masing-masing di Jepang. Kami masih akan berdomisili di Jepang dalam minimal 1-2 tahun mendatang. Setelahnya, kami masih belum memutuskan, tetapi kami sepakat bahwa anak di kemudian hari akan dilahirkan dan dibesarkan di Prancis. Sehubungan dengan ini, saya ingin menanyakan 2 hal. Pertama mengenai status kesahan perkawinan saya menurut hukum perkawinan Indonesia: 1. Dengan kondisi di atas, menurut UU no.1 tahun 1974 tentang perkawinan, Bab 1, Pasal 2, ayat 1 dan 2, apakah perkawinan tersebut belum sah karena belum didaftarkan di Catatan Sipil di Indonesia (walaupun telah didaftarkan di Kedubes Indonesia di Jepang)? Apakah proses pencatatan sipil hanya bisa diadakan di Indonesia, dan harus dihadiri oleh kedua belah pihak yang menikah? Apakah kerugian dan keuntungan saya jika mendaftarkan catatan sipil di Indonesia? Jika saya tidak mendaftarkan catatan sipil, apa saja konsekuensi negatifnya, khususnya terhadap anak yang dilahirkan kelak, terutama dalam kejadian misalkan perceraian atau salah satu pihak meninggal? Kedua, saya ingin menanyakan mengenai pembuatan surat kontrak/perjanjian perkawinan: 1. Dengan kondisi di atas, berdasarkan hukum negara mana sebaiknya kami membuat perjanjian perkawinan? Misalnya Indonesia, apakah betul bahwa hal tersebut hanya mungkin dilaksanakan sebelum atau bersamaan dengan pendaftaran catatan sipil? Dengan kata lain, jika saya sudah mendaftarkan catatan sipil, lalu setelahnya ingin membuat perjanjian perkawinan, ini tidak dapat dilaksanakan menurut hukum Indonesia? Selanjutnya, apakah perjanjian perkawinan berdasarkan hukum Indonesia hanya dapat dibuat di Indonesia, dan dihadiri/tanda tangani di Indonesia? Atau apakah sebaiknya dibuat berdasarkan hukum Prancis karena kami berencana melahirkan dan membesarkan anak di Prancis? Atau di Jepang karena kami menikah di Jepang dan masih akan berdomisili di Jepang dalam beberapa tahun mendatang? Apakah perjanjian pernikahan yang dibuat di negara A berdasarkan hukum negara tersebut, hanya efektif dan sah selama digunakan di negara A tersebut? Tanpa kepastian tentang di negara mana masalah yang memerlukan penggunaan perjanjian perkawinan terjadi, bagaimana masing-masing pihak melindungi hak dasar dirinya dan anaknya di kemudian hari, misalnya dalam kasus perceraian atau kematian salah satu pihak lainnya? Apakah perjanjian pernikahan tersebut (terlepas dibuat di mana pun, berdasarkan hukum negara mana pun) adalah yang paling kuat secara hukum dibanding hukum perkawinan negara tertentu? Atau apakah ada hukum internasional yang mengatur pernikahan dan perjanjian pernikahan?
  3. Saya dalam proses perceraian dengan istri saat ini. Kami memiliki seorang putra berusia 3,5 tahun. Kami berdua benar-benar tidak cocok satu sama lain, selalu bertengkar karena istri saya orangnya terlalu egois dan tidak pernah menghargai suami. Dan sekarang istri bersikukuh ingin mengasuh anak. Apakah yang bisa saya lakukan agar bisa mendapat hak asuh atas anak? Karena saya khawatir apabila anak diasuh istri. Terimakasih.
  4. Saya istri WNA, tapi sebelum surat nikah saya daftarkan kecatatan sipil, saya sudah punya anak dan kemudian saya buatkan akte lahir luar nikah (tanpa ada ayah), dan 8 bulan kemudian surat nikah saya selesai, bagaimana status anak saya? Apakah dia termasuk WNA atau ikut saya karena pada waktu ia lahir belum ada hubungan kewarganegaraan secara hukum dengan ayahnya? Terima kasih
  5. Apa akibat hukumnya bagi PT yang didirikan oleh sepasang suami isteri tanpa adanya perjanjian kawin dan bagaimana status hukum dari PT tersebut? Terima kasih.
  6. Dari pernikahan resmi dengan warga negara asing pihak ibu WNI , ayah WNA, dan anak dibawah usia, dari perceraian dapatkah anak memperoleh kewarganegaraan indonesia jika ikut ibu? Terimakasih
  7. Teman saya baru saja menikah di catatan sipil di luar negri dengan seorang yang bukan WNI. Namun karena sesuatu hal, maka ia berniat untuk membatalkan pernikahannya. Ia dan suaminya berbeda agama, dan tidak pernah tinggal bersama. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah pernikahan tersebut sah di mata hukum Indonesia? Terimakasih
  8. Saya berniat mengadopsi resmi atau legal sehingga ada surat adopsinya yang bisa digunakan untuk mengurus keimmigrasiannya karena saya Permanen Resident USA keponakan saya yang sudah yatim dan atas persetujuan ibunya.Langkah apa yang harus saya lakukan? Terima kasih banyak. Salam.
  9. Saya seorang professional/pegawai bekerja pada sebuah perusahaan. Calon istri bekerja di Perusahaan keluarganya dan memiliki saham disetiap Perusahaan keluarga tsb. Kami berencana menikah. Pihak istri menginginkan adanya Prenuptial Agreement (tandatangan Harta Terpisah) sebelum kami menikah. Pertanyaan saya adalah: Apa saja yang dapat diatur dalam Prenuptial Agreement ini? Bagaimana proses pembuatannya apakah harus dalam bentuk akta notaris? Terimakasih
  10. Dalam pembagian harta gono gini, secara hukum kalau tidak salah dibagi 50 : 50, apakah benar? Dengan pembagian harta gono gini, apakah bisa dituangkan secara tertulis ? Dan siapakah yang mengesahkannya? Hakim peradilan Agama atau Notaris? Terima kasih.
  11. Saya WNI menikah dengan pria WNA Perancis, kami menikah di Perancis 2 tahun yang lalu, dan pernikahan kami sudah terdaftar di kedutaan masing-masing. Kami berdua adalah kristen, tapi karena sesuatu hal, kami tidak menikah di gereja. kami mempunyai satu orang putri. Tapi sampai saat ini kami belum mendaftarkan pernikahan kami di catatan sipil di Indonesia. Pertanyaan kami adalah sebagai berikut bagaimana status pernikahan kami, apakah kami harus mendaftarkannya di catatan sipil, apakah anak kami sah secara hukum Indonesia, bagaimana statusnya? Terimakasih atas bantuannya.
  12. Bagaimanakah sebetulnya konsep pembagian harta gono gini setelah perceraian.dibuat oleh siapakah? Apakah seharusnya dilakukan pada saat setelah perceraian terjadi? Dan disahkan oleh siapa dan siapa sajakah yang harus menjadi saksi-saksinya?
  13. Saya seorang istri dengan dua orang anak (2,5 tahun dan 7 bulan), setelah terjadi masalah dengan suami, saya meninggalkan mereka semua dan pergi ke rumah orang tua saya. Jika terjadi perceraian, apakah anak-anak saya tetap ikut saya, ataukah ikut suami? Terimakasih
  14. suami istri(2 individu) mendirikan PT boleh atau tidak ?
  15. Saya WNI dan suami saya warga negara Amerika, kami menikah di Indonesia (Gereja+Catatan Sipil) dan di Amerika, saat ini saya ada di Indonesia dan suami saya di Amerika dan pertanyaan saya: 1. Bagaimana cara yang terbaik untuk mengajukan cerai? Di Indonesia atau di Amerika? 2. Suami saya tidak mau mengajukan cerai di Amerika, bisakan saya mengajukan cerai di sini tanpa kehadirannya atau dia harus hadir? 3. Hal-hal lain yang harus saya persiapan untuk pengurusan cerai tersebut. Saya mohon saran yang terbaik yang dapat saya lakukan, atas perhatian yang telah diberikan saya ucapkan terima kasih.
  16. Saya menggugat suami saya untuk bercerai. Suami saya sudah setuju untuk bercerai tetapi tampaknya sekarang suami berubah pendirian tentang pengasuhan anak. Dalam semua berkasnya (jawaban gugatan, dan duplik) suami telah setuju memberikan hak asuh anak pada saya. Tetapi sekarang ia menginginkan untuk mengambil hak asuh anak (anak saat ini berumur 2 tahun). Dan suami mengatakan akan mengajukan banding walaupun putusan belum dijatuhkan. Bila banding itu terjadi siapakah yang menanggung biaya pengacara saya (penggugat menang). Apakah yang mengajukan banding? Bila biaya pengacara ditanggung masing-masing pihak, apakah biaya untuk banding ini sebenarnya sudah termasuk ke dalam biaya yang dibayar oleh klien saat meminta pengacara menjadi kuasanya untuk menyelesaikan kasus klien hingga selesai? Atau merupakan biaya terpisah yang harus dibayar lagi kemudian? Terima kasih.
  17. apa definisi hukum keluarga (family law)? apa saja bidang yg masuk dlm hukum keluarga? apa waris di luar hukum keluarga?
  18. Apakah seorang anak perempuan yang murtad dapat dipersamakan kedudukannya dengan anak kandung perempuan pewaris yang mewaris bersama-sama dengan janda si pewaris? dasar hukumnya apa?
  19. Bagaimana hukumnya bagi orang yang menikah secara muslim ( di KUA ) tetapi kemudian salah satu diantaranya pindah Agama. Apakah pernikahan itu masih dianggap sah ? Memang pernikahan itu serba terpaksa ( hamil dulu ) antara dua remaja dengan perjanjian bahwa jejaka bersedia nikah secara muslim tetapi selesai nikah akan kembali ke agamanya. Akhir-akhirnya jejaka (suami) beberapa kali pernah menganiaya istrinya baik secara phisik maupun mental.
  20. kalau seorang suami (yg sudah memiliki 1 orang anak perempuan berusia 3 tahun)mengajukan gugatan cerai kepada istrinya; kira-kira menurut putusan pengadilan hak asuh anak akan diberikan kepada siapa? dan mungkinkah hak asuh anak diberikan kepada suami?
  21. Istri meninggal tanpa anak, keluarga yang ditinggalkan: suami, ayah kandung, empat saudara perempuan seayah dan seibu kandung, satu saudara laki-laki seayah dan seibu kandung, ibu tiri, empat saudara perempuan seayah (lain ibu), dua saudara laki-laki seayah (lain ibu). Harta yang ditinggalkan: Harta bawaan dan harta yang diperoleh selama perkawinan. Selama perkawinan yang mencari nafkah istri (almarhumah). Bagaimana pembagian waris menurut hukum Islam? Terima kasih atas advicenya.
  22. Jika suami isteri dengan 2 anak berumur 8 th dan 5 th bercerai, siapakah yangg lebih berhak mendapatkan perwalian atas kedua anak tersebut? sedangkan si ibu sama sekali tidak punya penghasilan.
  23. Kawan saya memiliki satu situasi yang unik yaitu bahwa mereka telah menikah tetapi belum dicatat di catatan sipil. Pertannyaannya adalah Apakah pernikahan yang tidak dicatatkan ke catatan sipil adalah pernikahan yang tidak sah, walaupun sudah diresmikan secara agama ?
  24. Profesi saya sekarang seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saya ingin bertanya langkah-langkah apa yang sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku sehubungan dengan perkawinan beda warga negara.

gila ternyata banyak banget pertanyaan aku kopi paste ini sampai aku puyeng mbo’.. met menjawab tapi kalo mau hanya membaca jawabnya maka langsung aja klik di website.. hukumonline.com oke

About these ads

31 comments

  1. WAJAH NEGERI IMPIAN

    Kenyataan pahit yang harus dihadapi sampai saat ini di negeri impian. Cerita ini diawali pengalaman saya saat mengurus surat akte nikah catatan sipil. Adalah potret negeri impian yang masih korup tidak pernah berubah. Setelah usai pemberkatan pernikahan nikah resmi di gereja, saya akan mengurus akte catatan sipil di wilayah Jakarta Selatan. Awalnya, saya harus diminta lapor terlebih dahulu ke pak RT./RW setempat. Untuk membuat surat pengantar untuk membuat surat akte nikah catatan sipil. Di kantor / Rumah pak RT saya dikenakan tariff Rp.20.000,- untuk uang rokok pak RT. Kalau tidak suratnya akan lama lama sekali keluar. Begitupun terjadi di rumah pak RW harus menyerah kan uang rokok sebesar Rp.20.000,- dengan alasan yang sama. Saya pun mau tak mau. Selanjutnya surat pengantar tersebut harus diantar lagi ke kantor kelurahan. Sesampai di kelurahan, kejadian yang sama terulang lagi. Saya harus dikenakan uang capek Rp.25.000,- untuk oknum/pegawai kelurahan untuk dapat diproses dan ditanda tangani dan distempel oleh pak lurah. Selanjutnya surat pengantar dari kelurahan (N1-N4) diantar ke kantor kecamatan, untuk ditanda-tangani oleh pak camat. Demikian juga sama terjadi. Harus dikenakan biaya / uang capek Rp.25.000,- kepada oknum tertentu untuk mendapat stempel dan tanda tangan oleh pak Camat. Demikian juga semua proses harus berulang terjadi pada calon istri saya (karena beda kelurahan / kecamatan) sampai tingkat kecamatan setempat. Baru keduanya (surat pengantar kelurahan N1-N4, harus di bawa ke kantor catatan sipil.

    Lantas surat pengantar tersebut (N1-N4) dari kantor kelurahan yang harus lagi ditandatangani lagi oleh pihak kantor kecamatan seleasai, dan harus segara diantar lagi langsung ke kantor catatan sipil di Jakarta Selatan. Yaitu di Jl.Radio, Kebayoran Baru, dekat pasar Mystik Jakarta Selatan. Hal yang sama terjadi. Tarif normal peraturannya, pembuatan akte nikah catan sipil adalah Rp.50.000,- Tetapi sampai di tempat bukan lagi Rp.50.000,- akan tetapi menjadi Rp.350.000,- Itu juga harus melalui proses syarat-sayarat yang berbelit – belit yang tidak – tidak (tidak resmi) yang merupakan rekayasa oknum tersebut / pegawai kantor catatan sipil Jakarta Selatan, karena tidak pernah disebutkan dalam peraturan sebelumnya. Kebanyakan, kita / yang mengajukan pasti tidak punya / tidak bawa. Jika tidak bawa / ada / kurang syarat-syarat yang dimintanya. Maka tampa ragu-ragu akan dicaloi oknum pegawai catatan sipil lagi dan dimintai uang rokok/lelah minimal harus bayar Rp.150.000,- per surat yang kurang, untuk pengurusannya (oknum tersebut yang urus cepat langsung di tempat).. Sangat memberatkan!

    Demikianlah sekelumit potret dari sosok negeri impian sampai saat ini. Sudah gonta ganti partai, dan gonta ganti presiden tetap sama saja tidak pernah ada perubahan sedikitpun. Tidak ada peraturan yang memihak rakyat. Terutama dalam hal sekecil ini!!! Apa ya artinya sudah gonta – ganti pemimpin? Semua sama saja, tetap memihak oknum pejabat/ petinggi tertentu dan kaum orang kaya saja. Sepertinya semua oknum pegawai pemerintah tetap sama dari zaman orde baru, terus saja korup dan korup! Memperkaya diri sendiri. Dengan menjual / menyalahgunakan peraturan dan mempersulit. Untuk memperkaya diri sendiri. Tidak pernah sekalipun berpihak pada rakyat miskin!!!! Jadi bagi saya saat ini percuma saya harus ikut pemilu. Toh sama saja, tidak ada perubahan sedikitpun!!!! Semua sepertinya tak lebih hanya intrik tipu-menipu belaka untuk memikat hati rakyat! Partai mana yang berani sanggup merombak dan mereformasi habis semua system & kebijakan administrasi negara/pemerintahan negeri impian yang sudah korup ini, terutama untuk semua administrasi kependudukan / rakyat sipil??? Itulah partai yang akan saya pilih. Jangan hanya omong saja! Berani tidak melakukan perombakan administrasi kependudukan yang saat ini berbelit-belit dan menjadi ladang korupsi bagi oknum pegawai negara?!
    Lagi pula. zaman sekarang teknologi komputer sudah sangat canggih. Semua prosedur pengurusan adminitrasi kependudukan seharusnya sederhana, bukan repot dan berbelit-belit seperti saat ini. Harus tanda tangan sana-sini. Seharusnya dapat langsung online ke semua instansi yang terkait. Tampa harus repot-repot diantar kesana – sini untuk tanda tangan, mulai dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan sampai kantor suku dinas kependudukan setempat. Peraturan kependudukan sipil sekarang jelas sangat merepotkat, berbelit-belit dan mempersulit rakyat saja. Seharusnya peraturan dirombak total / habis-habisan. Tidak lagi seperti sekarang ini. Yang terjadi adalah rakyat kesal dan kecewa, untuk makan saja mereka sudah susah bagaimana harus dibebani uang sana-sini untuk mendapat legitimasi atau tanda tangan dari pejabat tertentu sebagai sarana keabsahan warga negara. Rakyat banyak yang kecewa. Mereka lebih memilih hidup serumah tampa ada ikatan resmi yang sah, kumpul kebo tampa mau peduli lagi lapor ke RT/RW. Yang terjadi banyak penduduk/warga negara banyak tidak terdata dengan akurat, baik untuk yang pindah, lahir, meninggal, nikah maupun datang.. Jika terus masih berlanjut juga, dalam prakteknya adalah hanya akan terus memperkaya oknum tertentu / pegawai pemerintah saja!!! Untuk hal ini, bila perlu harus gratis tampa dipungut biaya sepeserpun buat rakyat karena adalah bentuk pelayanan dan kepedulian Pengelola Negara / Pemerintah untuk rakyatnya. Semoga ada parpol /pejabat yang mendengar ini.Dan segera membenahinya! Untuk system komputerisasi administrasi kependudukan kami siap jika diminta menangani. (godekimut@yahoo.com)

  2. sahabat saya, adalah anak tunggal , sekitar sataun tahun lalu ayahnya meninggal. sahabatku adalah anak dari istri ke 2 dari ayahnya.
    secara hukum rumah tersebut diwariskan pada sahabat saya.
    saat ini anak-anak dari istri pertama datang dan meminta bagian dari warisan atas rumah tersebut.
    namun hingga saat ini surat warisan dan bukti otentik sama sekali tidak ada. untuk memperkuat hak sahabat saya untuk mendapatkan warisan berupa rumah tersebut.

    saya mohonkan solusinya sesegera mungkon. atas bantuan dan perhatianya saya haturkan terima kasih

    SUCCESS & GBU

  3. Saya seorang wanita 27 tahun,dan seorang muslim.saya telah berpisah dari suami saya selama hampir 2 tahun.Dulu kami menikah di Kupang dengan cara agama kristen karena dia berasal dari sana.Sekarang saya ingin mengurus surat pereraian secara hukum. Yang ingin saya tanyakan adalah kemana saya harus mengurus surat perceraian itu dan bagaimana caranya sedangkan sekarang saya di Sumatra Barat. Apakah saya harus Kupang untuk mengurusnya yg saya perlukan cuma surat cerai menurut Hukum Indonesia. Apakah bisa saya urus di Sumatra Barat saja,Kalo bisa kemana dan bagaimana proses mengurusnya? Terimakasih.

  4. Bapak saya meninggal dengan meninggalkan 2 org istri, dan 3 org anak perempuan dari istri pertama. Saya adalah anak pertama bapak saya dan ibu saya sebagai istri pertama. Enam tahun yang lalu sampai dengan meninggalnya bapak saya tinggal bersama istri ke-duanya, otomatis masalah nafkah belanja ibu saya diatur oleh bapak saya dan istri ke-duanya. Selama ini bapak saya mempunyai 2 deposito yg digunakan untuk masing2 menafkahi ke-2 istrinya. setelah bapak saya meninggal deposito tersebut diserahkan oleh istri ke2 bapak saya kepada ibu saya,karena dia tau itu deposito yg biasa untuk menafkahi ibu saya dan dia tidak berani mengganggu gugat,tanpa sepengetahuan ahli waris lain, termasuk saya sebagai anak tertua, ibu saya menggangap bahwa deposito tersebut merupakan hak mutlak beliau. Yang ingin saya tanyakan menurut hukum waris perdata apakah betul deposito tsb hak mutlak ibu saya, atau ada hak ahli waris lain didalamnya yg harus dibagikan contohnya kepada saya dan adik2 saya. mohon dasar hukum dan kalau ada pembagiannya, bagaimana rumus pembagiannya. Terima Kasih

  5. Assalam’muallaikum..

    saya mahasiswa berumur 23 tahun dan saya ingin bertanya bahwa saya mempunyai kakek yang telah meninggal sudah lama sekali (sekitar 30 thn yg lalu), sedangkan ternyata saya baru tahu bahwa kakek saya ternyata memiliki save deposito di bank BNI 46 dan di bank swiss…nah yang menjadi pertannyaan saya apakah deposito itu masih ada apa tidak…??? karena keluarga saya tidak ada yang tahu nomor depositonya, karena dokumen nya semua telah di bakar oleh istri ke duanya…sedangkan orang tua saya adalah anak tunggal dari istri pertama kakek saya. dan apakah boleh saya sebagai ahli waris bertanya kepada pihak bank BNI 46 untuk bertanya masalah deposito kakek saya ini.

    mohon bantuannya…

    kirim saja ke email saya…

    itoh1986@yahoo.co.id

    mohon bantuanya…

  6. Assalam’mualaikum ustad…:)

    saya sedang membuat skripsi mengenai pembagian waris deposito berdasarkan hukum islam yang dikaitkan dengan UU no. 3 tahun 2006 tentang peradilan agama, dan saya bingung untuk mengenai reverensinya ustad mohon bimbingannya ustad.

    Wassalam’mualaikum ustad…

    mohon balesannya dan mungkin bisa berguna untuk hukum indonesia ini ustad.

    bales ke email saya saja ustad.

    itoh1986@yahoo.co.id

  7. Teman saya mempunyai mempunyai cucu (dari pihak Perempuan), orang tua dari cucunya tersebut meninggal kecelakaan beserta besan laki-lakinya, cucunya tersebut diasuh oleh besan perempuan kawan saya tersebut, baru-baru ini besan perempuan tersebut meninggal.
    dan perlu saya beritahu bahwa besan perempuanmya ini sudah menikah 2 kali, cucu yang diperdebatkan ini anak pertama dari suami kedua dan anak kedua dan ketiga belum berumah tannga bahkan pengangguran.
    yang ingin saya tanyakan hak Asuh cucunya tersebut berada ditangan siapa.

  8. saya punya masalah mengenai warisan, begini kronologisnya, nenek saya(A) menikah dg kakek saya(B) punya anak ayah saya(C), kemudian kakek saya meninggal dan meninggalkan harta X, nenek menikah lagi dg D, punya anak E dan F, dan kakek D ini punya harta Y, om saya E dan F berusaha menguasai harta X. bagaimana hukum melihat permasalah sebagai berikut, bagaimana pembagian harta peninggalan nenek saya seharusnya, mohon jawabanannya segera ke email saya, sebelumnya saya ucapkan beribu-ribu terimakasih…

  9. Asslamkm…Mau tanya nih? aku no.4 dr 4 bersaudara kakak yg pertama cewek selanjutnya cowok semua. Aku dan kakakku yg pertama belum mendapatkan warisan dr ortu tp kakakku yg dua sudah yaitu masing2x mendapatkan sebuah rumah…bapak sudah meninggal 1th yg lalu, ibu masih ada. Yg menjadi pertanyaanku ? gimana cara membagi hak waris yg adil untuk rumah utama? memang kl dihitung dng uang hrga masing2x rumah kakakku hanya kurang lebih gak sampai dr seperempat rumah utama…itu kl dihitung dng uang? agama kami muslim.

  10. Seorang yang meninggal dunia … meninggalkan warisan kepada 6 orang anak dengan kondisi sebagai berikut:

    1. Anak pertama perempuan (sudah meninggal dunia) punya anak 3 laki-laki dan 3 perempuan

    2. Anak kedua perempuan (sudah meninggal dunia) punya anak 1 perempuan.

    3. Anak ketiga perempuan sudah meninggal tanpa anak tanpa suami.

    4. Anak keempat perempuan masih hidup (tidak berkeluarga)

    5. Anak laki-Laki (Sudah meninggal dunia) punya istri masih hidup

    6. Anak laki-laki masih hidup punya istri dan 2 anak laki dan perempuan

    Bagaimana cara pembagian harta warisannya…?

  11. Ada kasus dimana seorang kakek meninggal dunia dengan meninggalkan warisan kepada 3 orang anak dengan kondisi sebagai berikut:

    1. Semua anak-anak secara suami istri semuanya sudah meninggal dunia.

    2. Yang masih ada hanya cucu:
    a. Cucu dari Anak Pertama 2 laki-laki dan 2 perempuan
    b. Cucu dari anak kedua 1 laki-laki dan 1 perempuan
    c. Cucu dari anak ketiga 1 perempuan

    Bagaimana cara pembagian warisannya?

  12. saya mau bertanya apa Hak atas waris orang tua saya, ayah saya sebelum meninggal telah menyerahkan Akta notaris yang menyatakan bahwa saya adalah anak kandung dari ayah saya. beberapa waktu setelah itu ayah saya meninggal dunia, namun ayah telah beristri lagi dengan ibu tiri saya yang membawa 4 orang anak, yang saya tanyakan apa hak saya yang saya peroleh dari hak waris ayah kalau ayah saya hanya meninggalkan wasiat yang ditulis ayah saya bahwa semua yg di tinggalkan menjadi milik ibu tiri saya…………bagai mana Hukum warisnya andaikan surat hanya di tandatanganni oleh ayah saja tanpa saksi?

  13. assalammualaikum wr.wb
    saya mau bertanya masalah warisan… saya anak pertama dari 4 bersaudara. 2 orang laki2 & 2 orang perempuan. ayah saya sdh meninggal setahun yg lalu. skrng sy meminta kepada ibu untuk membagikan warisan, krna sy ada keperluan untuk berobat. tp ibu tdk mau membagikan, dengan alasan msh ada tanggungan. 2 adk sy msh kuliah. ayah saya meninggalkan 5 unit toko, 2 rumah & deposito. kl warisan dibagikan dr uang sewa toko masih cukup lebih untuk biaya sekolah adk2 sy.sekarang ibu memusuhi sy, dan mengatakan saya anak durhaka, karna meminta warisan sedangkan dia masih hidup. pertanyaan saya : apakah saya berdosa jika meminta bantuan ke pengadilan agama ?? dan bagai mana seharusnya sy bersikap kepada ibu sy. krna sy sdh bicarakan ini baik2 ke ibu, tp dia tetap tdk terima. mohon penjelasanya ustad…

    Hamba ALLAH

    terima kasih

  14. Saya anak tertua dari 4 bersaudara, Saya mengalami masalah di keluarga saya, Ibu saya adalah janda dan satu saat saya dan adik2 mengetahu bahwa ibu saya telah menikah siri tanpa sepengetahuan kami dan keluarga, dia menikah dengan orang yang sangat tidak kami setujui karena si lelaki adalah orang yang sudah memiliki anak dan istri dan saya menduga dia suka minum2an keras.
    Yang ingin saya tanyakan Bagaimana hukumnya pernikahan mereka dari sisi islam bila pernikahan mereka hanya didampingi oleh orang yang katanya dari kua,dan tetangga(tapi saat tetangga saya tanyai dia menolak dikatakan sebagai saksi)dan tanpa wali satupun.. (note: pernikahan terjadi ketika kami (anak2) sedang tidak ada dirumah)..? Dan bagaimana caranya agar perkawinan mereka batal ? Mohon balasannya via email yan.nur.key@gmail.com
    sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  15. saya mau bertanya, ayah sahabat saya meninggal dan tidak meninggalkan surat warisan, meninggalkan 1 org istri dan 2 orang anak yang semuanya sudah menikah,mereka beragama kristen, usaha yang dijalankan oleh kedua anaknya semuanya atas nama ayahnya, aset yang ada sebagian atas nama ke dua anaknya dan atas nama istri serta ayahnya, bagaimana cara pembagian warisannya, apakah aset yang sudah atas nama anak dan istri sudah bisa dianggap hak mereka? lalu siapa yang berhak menggantikan usaha ayahnya, mengingat seluruh dokumen atas nama ayah

    Mohon bantuannya dan balasannya mohon dikirim via email ke len2_blue@yahoo.com, sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak.

  16. seorang istri dari suami yang sudah meninggal ingin menuntut warisan keluarga dari suami nya… bagaimana jalur hukum nya untuk wanita tersebut? apa wanita tersebut punya hak waris dalam kondisi seperti itu?

  17. Ass. wr. wb.

    Mungkin persoalannya sederhana : kami ber tujuh saudara kandung, 4 laki-laki dan 3 perempuan, akan membaikan waris dari orang tua kami, yang sudha meninggal semua.

    Saya sebagai anak sulung (laki-laki) akan membagi berdasarkan Al Qur’an sehingga pembaginya mendai 11 bagian ( 4 laki-laki = 8 bagian dan 3 bagian untuk perempuan).

    Bagaimana kami harus menenangkan keluarga agar tidak mengingkari Al Qur’an tapi tidak merubah hubungan antara kami, kami saudara kandung, bener2 kandung.

    Terima kasih.

    Wass. wr. wb.

    DIDIEK WAHYUDJATI

  18. mohon bimbingannya, atas pembagian waris untuk kasus ini:
    “A, wafat, meninggalkan 1 org anak perempuan (B), 2 anak laki-lakinya (C dan D) sudah wafat sebelumnya. C punya 1 anak perempuan. D punya 3 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. A jg punya anak saudara kandung perempuan (E)”.
    mohon penjelasan, siapa saja yang berhak mendapatkan warisan dan berapa nishobnya masing-masing?

  19. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya bertanya mengenai hukum waris Islam janda meninggal tanpa anak. BismiIllaahir Rahmaanir Rahiim. Almarhumah kakak saya seminggu sebelum ramadhan meninggal dunia, tanpa anak, meninggalkan harta warisan satu unit rumah beserta isinya, dan sejumlah uang termasuk uang ongkos naik haji yang almarhumah mau tunaikan tahun ini.
    Almarhumah tanpa anak, memiliki 1 orang adik laki2, 2 orang kakak perempuan, dan 3 orang kakak laki2.
    Saya sebagai adik ingin menyewakan/kontrak rumah almarhumah kepada kakak perempuan yang belum punya rumah, uang sewa/kontrak rumah dan uang peninggalan almarhumah sebagian untuk ongkos naik haji ( haji badal ), sebagian infak/sedekah/wakaf atas nama almarhumah, dan sebagian lagi untuk membantu keluarga yang membutuhkan.
    Bagaimana hukum waris Islam untuk keluarga almarhumah ( kakak-beradik ), dan bagaimana hukum waris Islam kalau ada wasiat almarhumah ( kami kakak-beradik belum membuka surat2 almarhumah ), misalnya mewariskan ke keponakan ?.
    Jazakumullahu khairan. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  20. saya seorang anak pertama dari 3 bersaudara dan ayah saya seorang pegawai negeri.
    bisakah saya meminta warisan kepada ayah saya yang masih hidup?
    karena saya mohon bantuan kepada ayah untuk modal untuk usaha tetapi tidak dikasi,
    sedangkan saya tahu di reg bapak ada uang.
    lalu saya bilang ke pada bapak saya pinjam aja BPKB motor tolong pinjamkan ke KPN (Koperasi Pegawai Negeri) agar bunganya tidak besar,
    bapak tidak mau meminjamkan.
    maka saya punya ini siatif untuk meminta warisan karena saya telah berkeluarga dan mempunyai anak 1
    harta ayah adalah harta warisan dari ibuk bapak saya (nenek)

  21. assalam mualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, saya ingin bertanya, alm ayah saya meninggalkan rumah. Rumah tersebut mempunyai surat2 sah (sertifikat hak milik). Ketika membeli rumah tsb, ayah saya mempercayakan kepada kakak laki2 tertua, dan di dalam sertifikat tsb tercantum nama kakak laki2 tertua tsb sebagai pemilik.

    Maksud alm ayah agar rumah tsb dapat dipergunakan bersama2, karena orang tua saya tsb mempunyai banyak anak.
    Ayah ingin agar kakak laki2 tertua dapat bertanggung jawab atas adik2nya dan dapat bernaung d rumah tsb.

    Tetapi setelah berumah tangga, isteri dari kakak laki2 tsb sering menyinggung dan ingin mengusir kami, sbg adik2nya. Dikatakan itu rumahnya. Dan setelah itu diadakan rapat keluarga, dimana kakak laki2 tertua tsb menyatakan itu rumah miliknya, dan setelah meninggal akan diwariskan kepada isteri dan anak2nya.

    Jujur saja, saya sebagai keturuan langsung dr alm ayah saya merasa tidak ikhlas dunia akhirat. Apalagi dibarengi dengan sifat jelek kakak ipar/isteri kakak laki2 tua tsb.

    Saya ingin penjelasan dari Bapak ustadz. Terima kasih.

    Wassalam,

    Cinderella Binti Toegimin Bin Ronodihardjo

  22. seorang istri ditinggal oleh suaminya karena meninggal dunia, dia belum punya keturunan, apakah istri tersebut berhak mendapatkan warisan suaminya

  23. Assalamualaikum Wr. Wb

    saya ingin bertanta tentang pembagian harta warisan
    saya adalah istri kedua dari suami saya kami mempunyai anak 1 laki-laki dan 1 perempuan sedang dari mantan istri pertamanya dulu suami saya mempunyai 2 anak perempuan dan sudah mendapat sebauh rumah untuk mereka sementara kami sampai saat ini masih mengontrak rumah untuk tempat tinggal kami.
    saat ini kami sedang mengajukan kredit rumah yang Insyaallah hari senin ini sudah tandatangan kontrak dengan bank yang dilakukan atas nama saya yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana pembagiaan harta warisan rumah yang akan kami kredit selama 15 tahun ini, apakah disitu ada hak anak2 dari mantan istri pertamanya? tolong informasi dan jawabannya saya tunggu!!!!!

  24. Assl..sy WNI pernah tinggal serumah tampa pernikahan dengan WNA dan bersama2 kami membeli sebuah rumah atas nama saya, setelah berpisah selama 4 tahun pasangan saya meminta separuh dari harga rumah tersebut.
    Pertanyaan saya:
    1 apakah dia berhak mendapatkan sebagian harga dari rumah tersebut sedangkan rumah tersebut atas nama saya?
    2 apakah dia berhak meminta apa yang telah dia berikan sebelumnya sedangkan semua atas nsma saya?
    3 adakah hukum pembagian harta gono gini tampa surat nikah ?

    Mohon bantuanya , terima kasih wassalam…

  25. ILUSTRASI
    Seorang Bapak/ayah mempunyak 3 orang istri. Istri Pertama mempunyai anak tunggal lelaki. Istri kedua mempunyai 3 orang anak, namun anak pertama Lelaki lahir diluar pernikahan, sedangkan dua orang anak putra dan putri lahir dalam pernikahan. Istri ketiga mempunyai 5 orang putri. Istri Pertama dari sorang Bapak mempunyai anak lelaki tunggal, hingga akhir hayatnya tidak menikah.

    PERTANYAAN
    Anak lelaki tunggal dari istri pertama bernama Muhammad ,si Muhammad ini tidak menikah hingga wafat, dan dipelihara oleh paman adik dari ayahnya bernama Sulaiman. Semasa hidupnya, iya sebagai petani dan bercocok tanam diatas lahan pamanya, dimana lahan yang digarap bukan warisan kakeknya, bahkan sebelum si Muhammad meninggal Dunia almarhum masi sempat membuat surat Wasiat dimana isinya Mengharamkan anak-anak dari istri kedua dan ketiga dari bapak si Muhammad untuk mengambil maupun merampas atas semua usahanya, dimana surat wasiat tersebut diberikan kepada pamanya sebagai pegangan dikemudian hari. Namun Yang terjadi Setalah Paman yang memelihara si Muhammad meninggal Dunia, waris/turunan dari anak pertama istri kedua yang lahir diluar pernikahan tadi, merampas/mengambil lahan serta tanaman dari anak-anak si paman yang memelihara si Muhammad dengan alibi bahwa MEREKA ADALAH WARIS dan berhak atas harta dari si Muhammad. Kami Berharap Bantuan Penjelasan Menurut Hukum Islam.
    Sumber : Muslim di Maluku.

  26. Ayah saya telah meninggal puluhan tahun yang lalu. Ayah yah saya memiliki 2 istri. dari hasil perkawinan dengan istri pertama memiliki 3 anak masing-masing 2 perempuan dan 1 laki-laki, kemudian terjadi perceraian.
    Hasil perkawinan kedua memiliki 4 anak masing-masing 3 laki-laki dan 1 perempuan. ayah saya memiliki sebidang tanah, dimana tanah tersebut bukan hasil gono-gini, karena merupakan warisan dari kakeksaya. sertifikat tanah masih atas nama kakek saya.
    pertanyaan:
    bagaimana cara pembagian warisan berupa tanah tersebut?? terima kasih atas bantuannya

  27. Assalamu’alaikum wr wb
    Ayah saya telah meninggal puluhan tahun yang lalu. ayah saya memiliki 2 istri. dari istri pertama memiliki 3 anak masing-masing 1 laki-laki dan 2 perempuan, kemudian terjadi perceraian. Dari istri kedua memiliki 4 anak masing-masing 3 laki-laki dan 1 perempuan.
    Ayah saya memiliki sebidang tanah warisan dari orang tuanya (Nenek saya). Tanah tersebut masih atas nama nenek saya. nenek saya memiliki 2 anak laki-laki yaitu ayah saya dan paman saya. hanya saja memang ayah dan paman saya masing-masing telah diberi warisan yang sama walaupun masih atas nama nenek saya.
    pertanyaan saya:
    Bagaimana cara pembagian tanah tersebut?
    terima kasih atas jawabannya
    wassalam………

  28. Assalam alaikum, Saya ingin bertanya soal tanah warisan menurut hukum negara, masalahnya nggak jelas siap sebenarnya pewaris yang sah. Begini, sebut saja namanya DONI, punya 3 istri yang sah secara hukum negara.

    Dari istri pertamanya, DONI dikaruniai 1 anak laki-laki bernama DENI. Kemudian setelah istrinya meninggal dunia, DONI menikah lagi. Istri pertama tidak sempat dibangunkan rumah

    Dari istri kedua, DONI dikaruniai anak laki2 juga bernama DENA. Istri kedua dibangunkan rumah. Tapi kemudian mereka bercerai hidup dan DONI menikah lagi untuk ketiga kalinya dengan seorang wanita yang sebut saja namanya SAGITA.

    Dari istri yang ketiganya dengan SAGITA ini, DONI dikaruniai anak perempuan bernama DONA. Ketika DONI dan SAGITA mau bangun rumah, mereka tidak punya tanah. Lalu ayah SAGITA memberikan tanah kepada SAGITA sebagai bagian miliknya dari 6 bersaudara.
    Jadi pada saat yang sama juga saudara2 kandung SAGITA lainnya mendapat bagian tanah yang sama ukurannya. Singkat cerita akhirnya DONI membangun rumah diatas tanah pemberian dari ayah SAGITA tsb untuk mereka tempati. Dan kemudian tanah itu dibuatkan sertifikat atas nama SAGITA. Saat anak mereka (DONA) berumur 27 tahun, DONA terkena kanker dan meninggal dunia. 2 tahun kemudian ibunya DONA (SAGITA) pun meninggal dunia. Hingga tinggallah DONI sendiri yang menempati rumah itu. Tapi akhirnya DONI pun meninggal dunia. Maka rumah itupun tidak lagi berpenghuni dan mulai rusak.
    Sekarang tanah ini banyak yang penegn beli tapi selalu terbentur pada sertifikatnya. Masalahnya karena waktu DONI meninggal dunia, sertifikatnya diambil oleh DENI (anak tertua Doni dengan Istri pertama). DENI menggadaikan sertifikat itu kepada BRAM. Dilain pihak, saudara2 kandung SAGITA yang 5 orang mengklaim bahwa ahli waris atas tanahnya SAGITA ini adalah mereka berlima, bukan DENI yang anak tertua DONI. Mereka mengklaim demikian atas dasar bahwa tanah milik SAGITA yang dia tinggalkan itu bukan tanah gono gininya dengan DONI tapi tanah pemberian ayah SAGITA. Jadi kata mereka berlima (saudara2 kandung SAGITA) bahwa DENI berhak hanya atas rumah itu. Karena rumah itu dibangun oleh ayahnya. Tapi untuk tanahnya, DENI tidak berhak.

    Pertanyaan saya:
    1. Siapa sebenarnya ahli waris yang sah secara hukum dari tanah yang ditinggalkan SAGITA itu? Apakah saudara2 kandungnya SAGITA yang 5 orang ini, atau DENI (anak tertua DONI dari istri pertama) dan DOLI (anak kedua DONI dari istri kedua) atau…. Atau kedua belah pihak? (saudara2 SAGITA dan Anak2 DONI)

    2. Bisakah sertifikat dibuatkan penggantinya? Karena DENI menggadaikan sertifikat tsb kpd BRAM, sedangkan BRAM sudah meninggal dunia 2 tahun lalu. Dan anak BRAM melaporkan bahwa sertifikatnya sudah hilang.

    3. Kelima orang saudara kandung SAGITA yang mengklaim sebagai ahli waris pun sudah meninggal dunia semuanya. Dan mereka meninggalkan surat keterangan ahli waris yang mereka tanda tangani dihadapan Lurah dan saksi2, menerangkan bahwa mereka sebagai ahli waris yang sah

    3. Jika bisa dibuatkan sertifikat penggantinya, apa saja surat pendukung yang menjadi syaratnya? Karena surat keterangan waris yang ditinggalkan kelima saudara SAGITA ini sekarang berada ditangan Ibu saya beserta foto copy sertifikatnya. Ibu saya adalah keponakan SAGITA ( anak dari saudara kandung laki-laki SAGITA yang tertua)

    Demikian pertanyaan saya semoga dapat dibantu menjawabnya. sebelumnya saya haturkan terima kasih.
    Wassalam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s