Tanya Jawab Hukum Perbankan (hukumonline.com)

Yah asik pertanyaan pertanyaan tentang bank… met menikamati yah..

  1. Dalam UU No.25/2003 tentang TPPU disebutkan bahwa yg dimaksud dgn pencucian uang adalah perbuatan…dst… yang diketahuinya dan patut diduga merupakan hasil tindak pidana.. dst. Yang kami tanyakan adalah apakah dalam pengenaan UU TTPU ini seseorang sudah harus terlebih dahulu dinyatakan bersalah (berkekuatan hukum tetap) dalam hal melakukan tindak pidana utamanya ataukah sebaliknya.. terima kasih
  2. Bagaimana tanggung jawab manajer investasi terhadap investor reksa dana apabila investor tersebut mengalami kerugian yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh manajer investasi tersebut? Bagaimana perlindungan hukumnya terhadap investor tersebut? Apakah pernah terjadi kasus seperti tersebut di atas? Dan bagaimana penyelesaiannya? Terima kasih.
  3. Apa landasan hukum positif bagi beroperasinya pasar modal syariah di Indonesia? Dan bagaimana fungsi dan kewenangan Dewan Syariah Nasional dalam pasar modal syariah di Indonesia?
  4. Saya ingin mengetahui dengan jelas mengenai bank syariah. Apa yang menjadikannya berbeda dengan bank umum.Dan bagaimana mengenai peraturan khusus mengenai bank syariah ini.Terus terang saya adalah orang awam tentang hukum.Terima kasih.
  5. Apakah semua bank dibolehkan mengeluarkan bank garansi untuk menggaransikan suatu pekerjaan konstruksi. Adakah landasan hukumnya bahwa hanya bank-bank tertentu yang dibolehkan mengeluarkan garansi itu.
  6. Baru-baru ini sedang melambungnya pamor perbankan syariah seiring fatwa MUI tentang status bunga bank. Nah, bagaimana bila terjadi sengketa menyangkut perbankan syariah, apakah merupakan wewenang Peradilan Umum(PN perdata) ataukah wewenang Peradilan Agama? Apakah ditentukan juga adanya perkara koneksitas antara PU-PA bila misalnya kasus tersebut menyangkut pihak perbankan konvensional dan perbankan syariah? Apa dasar hukumnya dalam pemecahan masalah tersebut?
  7. Surat Utang Negara diterbitkan dalam bentuk warkat (klausula atas nama ataupun atas unjuk) dan bentuk tanpa warkat (Scripless). Bagaimanakah cara pengalihan SUN dalam bentuk tanpa warkat?
  8. Saya dulu pemegang kartu kredit salah satu bank swasta.Selama saya masih bekerja pembayaran lancar tetapi saat ini saya dalam kondisi sdg tidak bekerja shg pembayaran terhenti.Saya saat ini pasrah soalnya penghasilan tidak tentu tiap bulannya dan itupun hanya buat makan dan kebutuhan sehari-hari.Menurut seorang teman saya apabila masalah ini sampai kepihak ketiga (pengadilan).Dan apabila dipengadilan saya menyatakan kesanggupan mengangsur meskipun katakan hanya Rp.50.000/bulannya maka oleh pengadilan sudah dianggap selesai benarkah begitu ? Terus apakah kemungkinan terburuk bagi saya ? mengingat saya benar-benar sudah tidak sanggup lagi menyelesaikan sisa hutang saya (Rp.6.500.000) Terima kasih sebelumnya atas jawaban yang diberikan
  9. Sebenarnya bagaimana hukum RI mengenai kartu kredit. Jika customer (pemegang kartu kredit) tidak sangup membayar hutang & bunganya, lalu apa tindakan dari pihak Bank yg dibenarkan oleh hukum ? Mengingat pada waktu aplikasi kartu kredit tidak ada perjanjian sita menyita ataupun dijelaskan sanksi-sanksi pidananya.
  10. Jikalau hak penagihan telah dialihkan oleh debitur kepada bank berdasarkan cessie dalam rangka pelunasan hutang debitur dan ternyata bank tidak melakukan kewajibannya untuk melaksanakan hak tagih berdasarkan cessie tersebut sehingga kredit dari debitur tersebut menjadi macet, apakah bank tersebut dapat dikategorikan melakukan perbuatan melanggar hukum? Dan apa alasannya?
  11. Dengan dikeluarkannya UU No.25 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, bagaimana dengan status pasal 42 & 45 UU perbankan?
  12. Bung Pokrol, dalam sebuah artikel saya membaca istilah Convertible Bond dan Zero Coupun Bond. Saya coba untuk mencari istilah dan penjelasan tentang hal tersebut di buku finance, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Untuk itu saya harap anda anda dapat membantu saya memberikan jawaban atas pertanyaan berikut ini. Apa perbedaan antara Mandatory CB, Optional CB, Zero Coupon Bond dan Exchangeable Bond? Didalam salah satu CB yang pernah saya baca (maturity datenya 5 thn), ada pasal yang menyatakan bahwa Holder hanya dapat mengkonversikan Bond menjadi saham setelah 2 tahun dikeluarkannya Bond tersebut. Mengapa bukan pada saat Maturity Date (jatuh tempo) saja? Hal-hal apakah yang harus diperhatikan dalam pembuatan CB? Terimakasih terlebih dahulu atas bantuannya.
  13. bung pokrol, Saya menerima 4 lembar giro dari rekan kongsi saya sebagai perhitungan pengakhiran kerjasama, yang akan saya tanyakan sejauhmana kekuatan hukumnya apabila giro yang bersangkutan ternyata kosong. Apakah bila perjanjian tsb dibuat dalam bentuk akte di depan notaris, dapat dilakukan tindakan hukum terhadap yang bersangkutan. Bagaimana bunyi pasal yg sebaiknya dicantumkan dalam akte penyelesaian kerjasama untuk mengamankan posisi saya sebagai pihak yang akan menerima giro tsb, mohon pendapatnya

hmm interesting.. ain’t it … bisa ngak menjawabnya

About these ads

13 thoughts on “Tanya Jawab Hukum Perbankan (hukumonline.com)

  1. dalam perjanjian perpanjangan kredit jika perjanjian tersebut sudah ditandatangani nasabah, apakah perlu pengesahan secara notarial

  2. saya pemegang kartu kredit bank mandiri. total tagihan 5000000 tapi saya sudah 2 bulan tidak bayar dikarenakan saya sudah tidak sanggup membayar lagi. saya akhirnya menggunakan law firm anindita. saya tidak melakukan pembayaran dan dari pihak mandirinya meteror saya suruh bayar padahal saya sudah memberi nomor telephone ke lawyer saya. tapi dia masih bersih keras tetap menagih. padahal saya ingin menyelesaikannya melalui lawyer saya. apakah tindakan mereka termasuk pidana atau apa. sedangkan saya apakah berhak mendapatkan perlindungan. terima kasih.

  3. Kalo tidak sanggup membayar lagi maka jaminan akan di ambil oleh pihak bank dan jaminan tersebut akan digunakan untuk membayar utangnya dan kalo ada sisa maka akan di kembalikan ke nasabah. Itu cara paling cepat yang bisa di ambil. Apabila urusan ini sudah di serahkan kepada lawyer maka harus ada surat kuasa yang diberikan kepada lawyer agar bisa mengurus segala macam hal yang berhubungan dengan membayar utang di bank. Semoga masukan itu bisa membantu. Dari pada menghindari bank maka langsung hadap bank dengan lawyer dan menyelesaikan secara face to face dan semoga itu ada hasilnya.

  4. saya ada pecahan uang dollar senilai 1jt dollar dan 1milliar dollar.masing2 uangnya perlembar.apakah memang bisa dicairkan.kl ada yg bisa bantu hubungin saya.

  5. Pada th 1989, kedua orang tua saya akad kredit export di Bank Pembangunan Daerah Cirebon senilai +/- 1,9 miliard, dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan seluas 11.000 m2. Pada th 1992 terjadi kemacetan pembayaran,sehingga dibebaskan pembayaran cicilan dan bunga,tapi dgn berjalanya waktu kami masih bisa mencicil.Terakhir ada pembayaran th 2002.Sekarang tersisa +/- 1,2 miliard.Ibu saya meninggal th 2000, dan bapak saya meninggal th 2006.Sampai saat ini bank masih belum menyita aset kami.Pertanyaan kami adalah apakah bank masih punya wewenang untuk menahan sertifikat kami.Sedangkan kedua orang tua kami sudah meninggal.Walaupun sekarang yg menangani adalah bank Mandiri.

  6. Temen saya menunggak kartu kridit, sepertinya gak kuat bayar, akhirnya kabur, no tekp & alamat dalam aplikasinya ternyata fiktif. Debcolektor kehilangan jejak. Tanpa sepengetahuan saya, ternyata saya dijadikan salah satu saudaranya yang tidak serumah yang bisa dihubungi. Saya dimintai no telp plus alamt ybs, sayapun kehilangan jejak, soalnya no telp/hpnya ganti. Yang bikin saya kesel katanya saya sebagai saudaranya harus bertanggung jawab terhadap hutang2 kartu kridit tersebut. Pertanyaannya, sebatas apakah kedudukan person yang dijadikan salah satu saudaranya yang tidak serumah yang bisa dihubungi. Koridor hukum apa yang bisa melundungi saya bila ada tekanan dari debcolector tersebut? terima kasih sebelumnya

  7. Saya punya rekan yg sdg bingung krn orang tuanya terlilit hutang yang sangat besar angkanya, sedangkan orangtuanya sdh uzur. saat ini dia sedang pusing krn hrs menanggung semua hutang ortunya itu jk wafat. Yg sy ingin tahu saat ini adalah : Apakah jk seseorang meninggal, apakah ahli warisnya secara otomatis bertanggung jawab penuh atas hutang kredit perbankan tersebut? Mhn jawabannya krn sy berharap dapat membantu memberikan info ke teman sy tersebut dan UU pendukungnya. Tx sblm & sesudahnya.

  8. ayah saya meninggal dengan menyisakan banyak tagihan kartu kredit. pertanyaan saya apakah istri & anak2nya ikut menjadi pihak yang dibebani hutang dari peninggalan ayah tersebut ? terima kasih banyak.

  9. saya mau tanya, teman kerja saya mendapat kiriman uang dari pacarnya di London. Pacarnya ini ngirim lewat Global Bank (GB) di Malaysia. Lalu Global Bank meminta teman saya untuk mengirim $US 500 + email identitas dirinya untuk buka rekening di GB. Agar uang yang ditransfer pacarnya bisa dipindah kan ke Account teman itu. Setelah teman saya punya account di GB, lalu dia diberi password untuk memindahkan uang yang diberi pacarnya ke rekening dia di Indonesia. Tapi untuk mendapatkan Password itu, teman saya harus mengirim $US 5,250. Setelah uang itu terpenuhi (pacar dia juga ikut mengirim uang itu) maka kegiatan transaksi dilakukan via online (www.glob-inks.com/firstglobalbank) tapi ternyata transaksi TIDAK BERHASIL. Akhirnya pacarnya datang dari London ke Malaysia untuk menarik uang yang dia kirim tsb. Teman saya sudah meng-email surat kuasa untuk pengambilan uang itu kembali. Pertanyaan saya: 1. Apa benar ada proses perbankan seperti yang terjadi tsb ? , 2. Pihak GB sulit mengeluarkan uang yang dikirim pacar teman itu, padahal dia sendiri yang memiliki uang tsb, apa pengirim uang tidak berhak menarik kembali uang yang dia kirim itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya.

  10. Saya ingin konsultasi dengan LBH OIKUMENE,
    saya terdapat masalah dengan pihak bank terkait dngan utang piutang dengan bank di surabaya,
    orang tua saya jatuh sakit karena masalah yang menimpa kami,kami menjamin dengan 4 (empat) sertipikat rumah dan tanah , pada tahun 2008 lalu kami sudah melunasi satu dari empat sertipikat yang kami jaminkan,sisa nya 3 sertipikat yang memiliki jatuh tempo pelunasan pada tanggal 11 nov 2011,orang tua saya dapat melunasi satu hari sebelum jatuh tempo yang telah diberikan oleh bank yaitu tanggal 10 nov 2011,pada saat selesei pembayaran,karna orang tua saya cukup percaya dengan oknum bank tersebut,oknum tersebut berkata “nanti ya bu saya kasih sertipikat sekalian satu paket dengan sertipikat yang tahun 2008 dilunasi” ,setelah itu pihak kami di bikin pusing dan kata okum tersebut sertipikat nya sudah ada pada BALANG “Balai Lelang”.yang kami pegang sekarang hanya surat pelunasan sertipikat terhadap bank saja,tetapi empat sertipikat tersebut belum dikembalikan pada saya,tidak ada perjanjian hitam di atas putih kapan sertipikat tersebut dikembalikan pada kami,karena orang tua saya pada saat itu percaya dengan pihak bank,
    bagaimana dan jalur hukum apa yang harus saya ambil untuk mengambil hak saya,mohon bantuan dan pencerahan bagi kami,

    terimakasih banyak:)

  11. Saya ingin konsultasi
    saya terdapat masalah dengan pihak bank terkait dngan utang piutang dengan bank di surabaya,
    orang tua saya jatuh sakit karena masalah yang menimpa kami,kami menjamin dengan 4 (empat) sertipikat rumah dan tanah , pada tahun 2008 lalu kami sudah melunasi satu dari empat sertipikat yang kami jaminkan,sisa nya 3 sertipikat yang memiliki jatuh tempo pelunasan pada tanggal 11 nov 2011,orang tua saya dapat melunasi satu hari sebelum jatuh tempo yang telah diberikan oleh bank yaitu tanggal 10 nov 2011,pada saat selesei pembayaran,karna orang tua saya cukup percaya dengan oknum bank tersebut,oknum tersebut berkata “nanti ya bu saya kasih sertipikat sekalian satu paket dengan sertipikat yang tahun 2008 dilunasi” ,setelah itu pihak kami di bikin pusing dan kata okum tersebut sertipikat nya sudah ada pada BALANG “Balai Lelang”.yang kami pegang sekarang hanya surat pelunasan sertipikat terhadap bank saja,tetapi empat sertipikat tersebut belum dikembalikan pada saya,tidak ada perjanjian hitam di atas putih kapan sertipikat tersebut dikembalikan pada kami,karena orang tua saya pada saat itu percaya dengan pihak bank,
    bagaimana dan jalur hukum apa yang harus saya ambil untuk mengambil hak saya,mohon bantuan dan pencerahan bagi kami,

    terimakasih banyak:)

  12. Saya mau TANYA dong…tolong SEKALI BANTUANNYA……..
    Apakah jika orang tua kita meninggal dunia dan memiliki banyak hutang yang sangat banyak dan sangat besar di berbagai bank maka hutang itu menjadi tanggung jawab anak – anaknya??? Padahal kemampuan anaknya juga tidak ada u/ menanggung beban tersebut PLUS tiap pinjaman2x orang tua tersebut dicover oleh asuransi dari bank tersebut. TOLONG JAWABAN PLUS DASAR HUKUMNYA YACH KARENA INI PENTING dan TERIMA KASIH ATAS BANTUAN SIAPAPUN YG MEMBANTU MENJAWABNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s