02 Kampus

20 Kampus Hukum Terbaik di Dunia 2014

Berdasarkan QS world university ranking untuk hukum pada tahun 2014, hasilnya sebagai berikut:

  1. Harvard University – 99.5
  2. University of Oxford – 96.5
  3. University of Cambridge – 96.1
  4. Yale University – 94.0
  5. New York University – 93.1
  6. Standford University – 89.3
  7. London School On economics and Political Science – 89.0
  8. The University of Melbourne – 88.5
  9. University of Chicago – 86.5
  10. University of Californa, berkeley – 85.8
  11. Columbia University – 85.6
  12. University College London – 84.8
  13. The University of Sydney – 83.7
  14. The University of New South Wales – 83.5
  15. Australian National University – 81.0
  16. Monash University – 79.4
  17. Goergetown University – 79.1
  18. University of Hong Kong – 79.0
  19. National University of Singapore – 78.6
  20. King College London – 77.6

Semoga bisa belajar banyak dari kampus hukum terbaik di dunia…

20 Kampus Hukum Terbaik di Asia 2014

Ranking ini berdasarkan QS world university Ranking by law subject untuk tahun 2013/2014. Berikut adalah hasilnya:

  1. University of Hongkong –  79.00
  2. National University of Singapore (NUS) – 78.6
  3. The University of Tokyo – 76.6
  4. Tsinghua University  – 68.9
  5. City University of Hongkong
  6. Korea University
  7. National Taiwan University
  8. Peking University
  9. Seoul National University
  10. Shanghai Jiao Tong University
  11. The Chinese University of Hong Kong
  12. Waseda University
  13. Beijing Normal University
  14. China University of Political Science and law
  15. Nanyang Technological University (NTU)
  16. Singapore Management University
  17. University Kebangsaan Malaysia
  18. University Malaya
  19. Yonsei University
  20. Fudan University -

Semoga daftar ini bisa menjadi acuan untuk mengembangkan pendidikan hukum di indonesia. Sayang bahwa tidak ada Universitas di Indonesia yang masuk kedalam ranking yang di buat oleh QS Wold university ranking dibidang hukum.

20 Kampus Hukum Terbaik di Indonesia 2014

Tulisan ini berdasarkan hasil pencarian akreditasi program studi ilmu hukum dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Penilaian ini berdasarkan nilai akreditasi untuk s1, s2 dan s3 untuk ilmu hukum di masing masing kampus. berikut adalah hasilnya:

  1. Universitas Indonesia – AAA
  2. Universitas Diponegoro – AAA
  3. Universitas Airlangga – AAB
  4. Universitas Brawijaya- AAB
  5. Universitas Gajah Mada – AAB
  6. Universitas Hasanudin – AAB
  7. Universitas Islam Indonesia – AAB
  8. Universitas Islam Sultan Agung – AAB
  9. Universitas Muhammadiyah Surakarta – AAB
  10. Universitas Padjajaran – AAB
  11. Universias Sebelas Maret – AAB
  12. Universitas Trisakti – ABB
  13. Universitas Katolik Parahyangan – ABB
  14. Universitas Universitas Pelitaharapan – ACB
  15. Universitas Krisnadwipayana – AA
  16. Universitas Muhammadiyah Malang – AA
  17. Universitas Tarumanegara – AA
  18. Universitas Jayabaya – BA
  19. Universitas Kristen Indonesia – BB
  20. Universitas Katolik Atmajaya – BB

Ranking ini masih banyak kelemahan namun menjadi awal untuk menilai kualitas pendidikan hukun di indonesia mulai dari s1, s2 dan s3. Lebih menarik apabila fakultas hukum yang ada di indonesia di bandingkan dengan sekolah hukkum yang ada di asia dan dunia.

Pendidikan Hukum d Singapura

Indonesia ada banyak yang bisa di pelajari dari pendidikan hukum di Singapura. Jean Ho menulis tentang Evolusi Pendidikan Hukum di Singapura dengan kesimpulan sebagai berikut:
Republik Singapura terletak di Asia Tenggara. Ini adalah negara muda, setelah menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1965 sebagai mantan bangsa Persemakmuran, Singapura mewarisi sistem hukum Inggris. Dengan demikian, sistem hukum Singapura, seperti yang dari Inggris, mengambil bagian dalam tradisi common law. Hukum NUS didirikan pada tahun 1957 dan sampai tahun 2007 satu-satunya sekolah hukum di negeri ini.

Pendidikan hukum di Singapura, sampai tahun 2007, telah disediakan secara eksklusif oleh Fakultas Hukum Nasional University Singapura. Hal ini telah membuat kebijakan dan perubahan kurikuler yang dilakukan dalam NUS satu-satunya titik acuan ketika menilai cara di mana pengalaman menfasirkan hukum di Singapura telah berkembang. Meskipun menjadi satu-satunya sekolah hukum di negeri ini, NUS telah menunjukkan kemampuannya untuk berinovasi dan mereformasi kurikulum hukum untuk merespon kebutuhan profesi dan globalisasi. Dari berbagai reformasi dilaksanakan, tiga program yang diperkenalkan dengan kurikulum inti cukup baru: Analisis Penulisan dan Penelitian Hukum (LAWR”), Teori Hukum dan Tradisi Hukum Perbandingan, dan implikasi dari pendidikan hukum yang mencakup baik keterampilan dan pembelajaran akademis. Pengalaman singapura sangat menarik bagi sekolah hukum yang berniat untuk mereformasi kurikulum yang ada atau membuat yang baru. Hal ini tentu menjadi waktu yang sangat menarik bagi mahasiswa hukum dan akademisi hukum di Dunia.

Pendidikan hukum di Singapura berusaha untuk menghasilkan sarjana hukum yang tidak hanya memiliki landasan hukum yang solid tetapi yang juga memiliki kemampuan untuk berdebat persuasif di atas kertas dan secara lisan. Lulusan hukum dari Singapura dianggap sebagai berpengetahuan, mengartikulasikan, canggih dan mudah beradaptasi, mampu bersaing dengan yang terbaik dari seluruh dunia. Ketika pendidikan hukum meliputi perolehan pengetahuan serta keterampilan, dengan program latihan berorientasi menjadi campuran keduanya, lulusan dari sistem ini jauh lebih menarik bagi pengusaha daripada mereka yang pengetahuan tentang hukum tidak dilengkapi dengan keterampilan hukum dasar seperti menulis dan advokasi. Globalisasi, jauh dari menempatkan rintangan di jalan pendidikan hukum, telah memberikan global Law School Asia kesempatan untuk menampilkan pandangan ke depan dan semangat kepeloporan dalam merancang kurikulum yang tak tertandingi bahwa lebih dari memenuhi kebutuhan fenomena abadi ini yaitu globalisasi.

Kita bisa mempelajari bagaimana pelaksanaan pendidikan hukum dari Singapura. Semoga kita bisa meningkat kualitas pendidikan hukum di Indonesia.

Sistem Hukum Singapura

Sebulan yang lalu berkesempatan menyeberang ke Singapura dari Batam. Saat tiba di Singapura langsung ke melihat ada perbedaan yang mencolok antara Indonesia dengan Singapura. Bagaimana sistem hukum di Singapura?  menurut Wikipedia:

Sistem hukum Singapura berdasarkan hukum umum Inggris, tapi dengan perbedaan beberapa besar. Pengadilan oleh juri dihapuskan pada tahun 1970, sehingga keputusan pengadilan akan sepenuhnya di tangan hakim. Singapura memiliki hukuman yang mencakup hukuman fisik  dalam bentuk pencambukan, yang dapat dikenakan untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, kerusuhan, vandalisme, dan pelanggaran imigrasi tertentu. Ada hukuman mati untuk pembunuhan, serta perdagangan narkoba dan senjata api serta  pelanggaran tertentu. Amnesty International mengatakan bahwa beberapa ketentuan  sistem Singapura konflik dengan hak untuk dianggap tidak bersalah sampai terbukti salah, dan bahwa Singapura memiliki “… tingkat eksekusi tertinggi di dunia bila dibandingkan dengan jumlah penduduknya”. Pemerintah telah membantah klaim Amnesty. Dalam sebuah survei 2008 eksekutif bisnis internasional, Singapura dan Hong Kong menerima peringkat teratas dalam hal kualitas sistem peradilan di Asia. Singapura telah secara konsisten dinilai salah satu negara paling tidak korup di dunia oleh Transparency International.

Pada tahun 2011, World Justice Project’s Rule of Law Index peringkat Singapura antara negara-negara yang disurvei atas berkaitan dengan, “Tidak adanya Korupsi” “Keteriban dan Keamanan”, dan “Effective Criminal Justice“. Namun, negara menerima peringkat yang jauh lebih rendah untuk “Kebebasan Berbicara” dan “Kebebasan berserikat kumpul”. Semua pertemuan umum dari lima orang atau lebih membutuhkan izin polisi, dan protes mungkin secara hukum diadakan hanya di ‘Speakers Corner‘.

Kita perlu pikiran bagaimana kita bisa mempelajari bagaimana singapura memberantas korupsi, bagaimana menjaga keteriban dan keamanan dan bagaimana menciptakan sistem peradilan pidana yang efektif. Ini yang menjadi PR bagi kita semua untuk mengembangan sistem hukum di Indonesia dengan belajar dari negara tetangga kita yang sudah maju.