Peranan Hukum dalam Pembangunan Ekonomi

Peranan Hukum dalam Pembangunan Ekonomi

Baru ada ujian yang menggunakan metode lisan dan mengumpulkan makalah yaitu dengan Prof Sri Rejeki Hartono. Ujian yang momental dengan lebih dari 70 mahasiswa di dalam satu ruangan dilaknsakana ujian lisan secara sekaligus. Cara yang sangat menarik bagi yang ujian lisan yaitu dengan cara dan metode yang menarik. Itu lebih pada menguji judul malakah yang dibuat dalam hukum ekonomi baik itu makro dan mikro. Kalo makalahnya salah maka hraus di revisi. Semakin banyak aktif dalam ujian lisan maka semakin banyak nilai yang kita akan mendapatkan. Tujuan dari ujian lisan adalah:

  1. Mempertajam pendengaran dan menghormati pendapat orang lain
  2. Mempertajam konsentrasi dan perargumentasi dan berpendapat di depan umum

Judul makalah dengan pendekatan makro yang kebanyakan di bahas yang jangkauan yang sangat luas dibandingkan dengan pendekatan mikro yang hanya ditataran hubungan hukum dan perjanjian antara subjek hukum.

Pertanyaan yang pertama dari Prof adalah Apa Arti Nama Mujiburrahman?

  • Mujib adalah mengabulkan doa
  • Rahman adalah penyayang

Lalu aku jawab apakah aku dapat nilai untuk memjawab pertanyaan yang pertama? Ternyata tidak.

Pas Prof Bertanyaan tentang Judul asas dan prinsip dalam perbankan nasional malah saya tidak bisa menjawab. Pertanyaan adalah Asas dan prinsip prinsip dari perbankan nasional itu terdapat di mana? Aku diam sejenak dan mencoba mencari jawaban di makalah dan jawabannya adalah ada dalam undang undang dan di luar undang undang tapi tidak ada penjelasan undang undang apa? Maka aku jawab “di dalam pedoman”  dengan nada yang ragu dan tidak meyakinkan.  Lalu di jawab sendiri oleh Prof ada dalam Undang undang Perbankan.

Pembelajaran yang sangat berharga dari ujian lisan dengan prof sri rejeki yaitu kita harus senantiasa memperhatian satu sama lain dan harus terus konsentrasi. Berhubungan karya tulis yaitu harus menguasai judul dan berserta isinya.

Perasaan ku adalah kalo ujian lain tangan pegal yang banyak menulis jawaban malah sekarang kalo ujian lisan kepalanya yang pegal untuk mikir. Pemikiran tidak bisa berfikir secara otomatis seperti prof sri rejeki karena itu membutuhkan waktu dan pelatihan. Bahkan Prof Rejeki tidak akan menghalang-halangi mahasiswa untuk bisa melanjutkan ke studi yang lebih tinggi. Maka nilai minimal adalah B kalo nilai C adalah kebangetan. Walaupun tidak menjawab bener dan berusaha untuk menjawab maka itu lebih baik dari pada diam seribu bahasa.