04 Kewarganegaraan

Pendidikan Kerwarganegaraan

Apakah saya itu warganegara yang baik? Apabila nilai yang tertulis dalam transkrip nilai itu hanya C berarti itu aku warganegara yang biasa biasa aja berarti tidak terlalu baik dan tidak terlalu buruk. Dengan hanya bobot 2 sks dan dengan nilai bobot yang 4 berarti tidak terlalu penting bagi saya.

Aku sepertinya sudah melaksanakan apa saja kewajibanku sebagai wargra walaupun saya lupa apasaja kewajibanku yang tertulis dalam Undang Undang Dasar 1945. Aku bahkan tidak hapal satu pun lagi wajib indonesia bahkan reff nya pun masih salah salah. Seperti mengikuti kuliah pendidikan pancasila aku juga jarang mengikuti pelajaran ini tapi untuk ganti ruginya aku memberli buku yang berjudul pendidikan kewarganegaraan sama penulisnya adalah dosen UGM.

Apakah saya warga negara yang baik? mungkin itu seharusnya menjadi salah satu pertanyaan dalam ujian. Biasanya kalau ujiannya hanya hapalan dari handout atau catatan berarti kita hanya akan menjadi tong sampah yang diberi sampah terus terusan 2 jam, seminggu sekali. Untuk menjadi warga negara yang baik bukan hanya pandai dalam menghapal atau harus kritis, harus atau mana yang baik dan mana yang salah, walaupun tidak ada garis pemisahnya jelas. seorang warganegara yang baik harus mempunyai dasar yang kokoh, pendirian yang kokoh karena apabila tidak maka negara ini akan hankur.

Pendirian seorang warganegara bukan atas dasar materi dan uang, karena apabila demikian mereka akan kenderung korupsi dan memakan duit rakyat. Bukan atas dasar pendapatan dan gengsi karena apabila demikian mereka akan melarikan diri menjadi warga negara asing yang perkembangannya maju. Warga negara yang baik itu warga yang berani minum pahitnya kejujuran, dan ditusuk oleh tajamnya kenyataan. Warga negara yang baik adalah mereka yang sengsara dan bertahan dan sampai matipun dalam berusaha mendapatkan pekerjaan.

Warganegara yang baik adalah orang orang yang bisa membangkitkan rasa peduli terhadap sesama dan memotivasi orang lain untuk maju tanpa membeda agama, ras, etnik dan golongan. Apakah itu yang diajarkanb di bangku kuliah? Apakah buku buku teks yang merupakan bahan ajar membangkita rasa nasionalisme? Apakah dosen itu memberi kuliah dengan semangat berapi-api dengan semangat pejuang 45? Apakah kita sudah menjadi warganegara yang baik? seandainya itu keluar menjadi pertanyaan untuk soal ujian akhir semester aku pasti dapat nilai A.

Aku akan menulis jawaban bukan apa yang saya baca dari buku tapi dari tingkah lagi orang sejak saya kecil dan sampai saya kuliah di banku ini. Dan sayat tidak akan menulisnya dalam satu kertas folio atau dua kertas folio bolak balik tapi dengan sebuah novel. Dan jawabannya buka terbatas pada 2 jam mengerjakan ujian tertulisnya tapi dengan waktu bertahun tahun sampai arti menjadi warganegara dari kecil sampai mati dipahami.

Mungkin ini sedikit pengantar tentang pendidikan kewarganegaraan.

Buku Buku Koleksiku

Stuff From Wikipedia

Kompas Online articles related

Advertisements