35 Metodologi Penelitian Hukum

Metodologi Penelitian Hukum

Metodologi penelitian hukum merupakan dasar mata kuliah dan prasyarat untuk bisa mengambil penyusunan tesis. Saat kuliah di UNDIP, semarang saya berkesempatan untuk di ajar oleh Prof. Paulus. Waktu itu dia menjabat sebagai Kepala Magister Ilmu Hukum UNDIP. Selain mengikuti kuliahnya juga menulis proposal penelitian yang akan di uji. Prof Paulus memberi saya nilai “B” untuk usaha saya. Setelah menyusun proposal penelitian dengan masukan dari Prof Paulus saya langsung bimbingan dan menghadap ke Prof Sri Rejeki sebagai dosen pembimbing tesis saya. Sejak itu proses penyusunan tesis saya tergolong lancar. Di angkatan saya, saya merupakan murid pertama yang mengajukan proposal penelitian namun padakahirnya menjadi salah satu murid terakhir yang lulus dari kampus.

Metode Penelitian Hukum 

Metode penelitian hukum pada umumnya membagi penelitian atas dua kelompok besar, yaitu metode penelitian hukum normatif dan metode penelitian hukum empiris. Metode penelitian hukum normatif diartikan sebagai sebuah metode penelitian atas aturan-aturan perundangan baik ditinjau dari sudat hirarki perundang-undangan (vertikal), maupun hubungan harmoni perundang-undangan (horizontal). Penelitian hukum empiris adalah sebuah metode penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat.

Kedua model penelitian hukum tersebut perlu saat ini umum dipahami oleh para penstudi hukum di Indonesia khususnya. Pemikiran dua model penelitian hukum tersebut tampaknya saat ini perlu dilakukan pemikiran ulang (rethinking) atasnya. Pemikiran hukum empiris perlu kita fikirkan secara mendalam tentang hakikat model penelitian ini. Pemikiran empiris pada hakikatnya adalah penelitian yang melihat keadaan secara nyata, hal ini berawal dari sebuah filsafat positivisme yang melihat sesuatu adalah benar jika dapat dibuktikan nyata adanya (positif).

Tujuan Penelitian Hukum 

Secara khusus, maka tujuan penelitian hukum adalah :

  1. Mendapatkan asas-asas hukum dari  Hukum positif tertulis dan Rasa susila warga masyarakat
  2. Sistematika dari perangkat kaedah-kaedah hukum, yang terhimpun dalam suatu kodifikasi atau peraturan perundang-undangan tertentu. Kecuali dari sistematikanya juga diteliti taraf konsistensinya
  3. Taraf sinkronisasi baik secara vertikal maupun secara horizontal, dari peraturan-peraturan yang tertulis. Hal ini dapat dilakukan dalam bidang-bidang tertentu yang diatur oleh hukum. Maupun kaitannya dalam bidang-bidang lain yang mingkin mempunyai hubungan timbal balik
  4. Perbandingan hukum yang terutama difokuskan pada perbedaan-perbedaan yang terdapat pada aneka macam sistem (tata) hukum.
  5. Sejarah hukum yang menitik beratkan pada perkembangan hukum
  6. Identifikasi terhadap hukum tidak tertulis atau hukum kebiasaan (adat)
  7. Efektifitas dari hukum tertulis maupun hukum kebiasaan yang tercatat

Sedangkan secara umum tujuannya yaitu :

  1. Mendapatkan pengetahuan tentang gejala hukum, sehingga dapat merumuskan masalah
  2. Memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu gejala hukum, sehingga dapat merumuskan hipotesa
  3. Untuk menggambarkan secara lengkap aspek-aspek hukum dari suatu keadaan,perilaku pribadi,dan perilaku kelompok
  4. Mendapatkan keterangan tentang frekuensi peristiwa hukum
  5. Memperoleh data mengenai hubungan antara suatu gejala hukum dengan gejala lain
  6. Menguji hipotesa yang berisikan hubungan-hubungan sebab-akibat

Berikut adalah catatan kecil yang berhubungan dengan Metodologi Penelitian Hukum. Semoga para mahasiswa S2 yang mengikuti mata kuliah ini langsung dapat menyusun Proposal Penelitian dengan segera biar cepat lulus.

Sumber: http://dhikikurnia.blogspot.com/2013/07/bahan-kuliah-metode-penelitian-hukum_8094.html