English Debate

Ini adalah bagian penting dalam hidupku. Membuat saya peka terhadap perbedaan yang  “Two Party Geometery” ada dua pihak pihak yang setuju pihak yang tidak setuju dalam hal affairmative and negative .. namun dalam kehidpuan ada lebih banyak lagi pihak yang terlibat dan bukan hanya dua pihak dan mereka juga tetap perlu dan mempunyai pengaruh yang besar.  Pengalaman dalam mengikuti lomba debat bahasa inggris membuat saya lebih memahami apa yang terjadi di dunia ini baik di tingkat lokal maupun di tingkat daerah.. nasional dan international.

Lomba debate bahasa inggris yang dilaksanakan di tingkat indonesia adalah:

  1. IVED – Indonesian Varisties English Debate
  2. JOVED – Java Overland English Debate
  3. ALSA E-Comp – English Competitions
  4. FT – Founders Trouphy
  5. dll.. yang banyak lagi

Pengalamanku cukup banyak sampai bisa menjadi cukup ahli dalam debate bahasa inggriss tapi bagaimanapun juga masih ada tempat untuk melakukan perbaikan. Kita harus memahami lebih banyak lagi permasalahan yang terjadi baik yang berhubungan dengan hukum maupun yang bukan.

Berargumentasi dan bependapat merupakan salah satu kunci sebagai sarjana hokum. OLeh karena karena itu Debate dalam bahasa inggris akan sangat bermanfaat bagi para sarjana hokum. Khususnya yang tertarik pada bidang litigasi, diplomasi, advokasi dan Lobby. Ada berapa manfaat yang saya rasakan dalam mengikuti English debate sejak masa mahasiswa:

  1. Meningkatkan rasa percaya diri berbicara didepan public. Oleh karena kita bias menyampaikan gagagasan dan pemikiran kita kepada pihak lain. LEbih bagus lagi meningkatkan keteramplian sebagai critical thinker and critical thinker.
    1. AREL – Assumption, Reason, Example and Link back. Ini menjadi bagian penting dalam bejalar dalam beragurmentasi. Ini cara logical befikir yang harus di bangun para sarjana hokum. Apa asumsinya/pernyataannya? Apa penjelasannya? Apa contohnya? Apakah itu mendukung pernyataan awal?
    2. Urgency, Inherency, Solvency and Feasablty. Apabila ingin meyakinkan pihak lain akan suatu ulusan maka paling tidak bias menjelaskan apakah sebuah usualan mendesak/urgen? Apakah solusi yang ada tidak menyelesaikan masalah? Apakah solusinya bias mengatasi maslah? Apakah bias diterapkan?   Pertanayaan pertanyaan ini yang menjadi dasar untuk setiap pengalaman keputusan apakah setuju atau tidak setuju. Hal tersebut menjadi dasar apakah harus menjadi lebih baik.
  2. Membuka cakrawala tentang berbagai persoalaan yang terjadi baik di Indonesia maupun manca Negara, mulai dari hokum, politic sampai dengan masalah lingkungan dan social. Ini mengajarkan kita untuk melakukan research dulu sebelum berani berbicara.  Saat case building “membangun kasus” itu mengajarkan untuk mencari data sebanyak banyaknya lalu dengan waktu yang terbatas menentukan prioritas
  3. Mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan kampus dan universitas lain. Menjadi kompetitif dan lebih mudah untuk berkolaborasi. Lebih dynamis dan active. Bisa belajar tentang berbagai macam orang dan sejarah kota kota di seluruh Indonesia dan Dunia karena satu lomba diadakan di kota kota yang berbeda-beda.  Debaters mempunyai konkesi dan jaringan yang bagus di Indonesia karena merupakan kumpulan yang mahasiswa terbaik dari daerah masing masing.
  4. Debat dalam bahasa inggris menbuat kita lebih menghargai perbedaan pendapat.
  5. belajar tentang bekerja keras dan bekerja cerdas, bejalar tentang kemanangan da kekalahan

Pengalaman dalam debat bahasa inggris

Pertama kali terlibat dalam dabate bahasa inggris waktu di masih kelas 7 SD waktu di Autralia waktu itu saya menjadi perwakilan dari Nedlands primary school.  Pertama kali melihat debat waktu ada komedi dabate di TV Australia waktu itu topicnya adalah “money is the root of all evil”.

Lomba debate di Australia merupakan suatu hal yang sudah mendarah gading sejak SD di negeri kanguru, setiap bulan satu sekolah melawan sekolah lain dalam pertandingan persabahatan. Membangun kasus membutuhkan satu bulan sendiri dengan bantuan guru, teman teman sekelas dan anggota tim debate yang terdiri dari 3 orang. Sayawaktu itu terpilih sebagai pembicara pertama mewakili sekolah saya bersama Ruth dan Kate. Topiknya adalah “Televsion does more harm than good”. TErnyata kita kalah di sekolah kita sendiri dan itu merupakan peristiwa yang tidak bias dilupakan.

Lomba debate berikutnya adalah lomba debate waktu sudah di SMA waktu itu lomba di SMU N 5 yogayakrta. Waktu itu jadi juara pertama namun entah kenapa di sertifikat tertulis juara tiga. Ada banyak lomba yang di ikuti ada yang menang dan ada yang kalah. Dan that’s life. Tidak banyak persiapan saat ada lomba hanya mengandalkan bahasa inggris dan latihan melawan tim tim yang lain.

Ada banyak games yang di lakukan seperti just one minute, linking ame, taboo, salesman game, and parachute.   Games ini diajarkan turun menurun.

Waktu menjadi mahasiswa di kampus lomba yang pertama kali adalah di STAN waktu itu pertama kalinya turun jadi tim padahal waktu itu belum keterima menjadi mahasiswa masih dalam tahap proses seleksi masuk kampus. Kita berhasil masuk ke octo final namun kalah lawan UNPAR topicnya tentang “Support ASEAN Free Trade”.

Waktu masuk kulaih games games pun ada tapi sudah menjadi muntuk melatih dan mengasah kemampuan berbicara depan umum dan menganalisa. Banyak bacaan buat klipping Koran dan majalah mulai membaca tentang the economics dan newsweekly. Banyak masalah dan banyak yang harus dipersiapkan.

Kenangan yang lucu adalah saat 1 team debate yang terdiri dari 5 cowok ada dalam satu bajaj. Memang penuh perjauangan zaman itu.

Dapat dikatakan bahwa English debate mempunya pengaruh yang besar dalam hidup saya. Sejak kelas 7 SD sampai dengan Kuliah selalu berdebat dan bertukar pikiran.

Freedom of Speech and Freedom of Expression.

Daftar Kegiatan dalam Debat sejak tahun 1999 ke 2007

Tahun Prestasi Tingkat
1999 Juara 3 English Debating Contest dalam rangka Lustrum SMU 5 Yogyakarta tanggal 17 September 1999 Sekolah
2000 Juara 1 Debate Contest dalam English Action Days USD tanggal 19 – 20 Mei 2000 Sekolah
2000 Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris dalam rangka Porsenitas III Siswa SLTP, SMU/ SMK Tahun 2000 Kanwil Depdiknas Provinsi DIY tanggal 05 Juli 2000 Sekolah
2000 Peserta dalam English Talent Contest yang diselenggarakan oleh UNY tanggal 10 – 18 November 2000 Sekolah
2001 Peserta dalam Speech Contest yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Yogyakarta tanggal 5 – 7 April 2001 Sekolah
2001 Juara 2 Debate Competition FH UI tanggal 18 – 22 April 2001 Nasional
2001 Juara 2 Lomba Cerdas dan Cermat dalam Bahasa Inggris di UNY tanggal 8 November 2001 Sekolah
2002 Juara 1 Debate Championship Lustrum Fak. Sastra UAD Yogya tanggal 16 – 18 Februari 2002 Sekolah
2002 Octo Finalist Engslih Debate Competition di STAN tanggal 31 Juli – 3 Agustus 2002 Nasional
2004 Peserta Speech Contest English Week di UNY tanggal 7-24 April 2004 PT
2004 Juara 2 Management English Contest di UAJY tanggal 28 – 29 April 2004 PT
2004 Octo Finalis English Debate Competition di STT Telkom Bandung tanggal 12 – 16 Juli 2004 Nasional
2004 Peserta Speech Contest di Junior Chamber International di Atrium Galleria PT
2004 Peserta International Law Moot Court Competition di Jakarta tahun 2004 Nasional
2006 Juara 1 English Debate Championship di STTAL tahun 2006 Nasional
2007 Juara 2 English Debate Contest di UNSOED tanggal 2-6 Februari 2007 Nasional

 

Pengelaman menjadi Adjudicator (Juri dalam Lomba Debat)

Tahun Judul Kegiatan Penyelenggara Partisipasi
2004 The 7th Indonesia Varsities English Debate (IVED) Universitas Islam Indonesia Juri
2004 English Week English Debate Contest Universitas Negeri Yogyakarta Juri
2004 The 3rd Ahmad Dahlan Varsities English Debate Universitas Ahmad Dahlan Juri
2005 The 8th Indonesian Varisities English Debate (IVED) Universitas Bina Nusantara Juri
2005 Economic English Debate Universitas Gajah Mada Juri
2005 The 4th Ahmad Dahlan Varsities English Debate Universitas Ahmad Dahlan Juri
2005 SMADA English Debate Competition SMA Negeri 2 Yogyakarta Juri
2006 The 9th Indonesia Varsities English Debate (IVED) Universitas Ahmad Dahlan Juri
2006 English Action Days – Give Action to Your Nation Universitas Sanata Dharma Juri

 

 

Advertisements

5 thoughts on “English Debate”

  1. English debate memang sangat bagus terus dibuka di dunia pendidikan baik tingkat dasar maupun University. Sayangnya…..? Guru” / dosen jurusan ini hanya 30 % yang asli jebolan fakultas bahasa enggris. Murid atau mahasiswa sering menjadi korban kebodohan sang guru / dosen non skill ini. Indonesia memakai enggris Asia. sedangkan grammar maupun pengucapannya akan pasti berbeda denga 4 benua lainnya. jadi jika mengadakan penilaian saya anjurkan kepada para panitia pelaksana untuk menentukan standart mana yang akan digunakan untuk berdebat. Jebolan SMA jangan diadu dengan SMK. Guru asli jgn diadu dengan non asli. Orang dinas pariwisata juga jangan diadu dengan pemandu wisata. Enggrisnya penjual baksopun berbeda dengan enggrisnya karyawan hotel.contoh : di hotel, orang yang bertugas membersihkan kamar disebut roomboy. Karena umumnya laki”. tetapi setelah petugasnya perempuan disebut roomaid. Apanya yang RUMIT ? perasaanku gak ada yang rumit bukan ?!

  2. wahh, keren! boleh minta tolong ajarin tidak bu? soalnya ini sedang proses pemilihan debater yang di seleksi antar kelas, udh sampe semifinal bu. terima kasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s