00 Kata Pengantar

Edisi – Minggu Orientasi di Charles Darwin University – 2018

Kata Pengantar

Saat tiba di Australia langsung mengikuti masa orientasi bagi mahasiswa baru baik untuk yang S1, S2 dan S3 di Kampus Charles Darwin University. Ada dua jenis orientasi yang saya ikuti pada 2 minggu pertama di Australia pertama yang diselenggarakan oleh International Dawrin House dan kedua yang diselenggarakan oleh kampus Charles Darwin University. Ada banyak kegiatan yang tersedia, namun saya hanya mengikuti beberapa saja.

Orientasi – International House of Darwin

  1. International House Darwin tour
  2. Cooking and laundry demonstration
  3. Smoothies
  4. Darwin/ Palmerston car cruise
  5. get activated computer lab
  6. Parap markets
  7. Cas beach picnic
  8. Welcome day

Orientasi – Charles Darwin University untuk semua mahasiswa baru

  1. Official Welcome
  2. Academic session – Master of Emergency and Disaster Management
  3. Library Tour
  4. Library 101
  5. Microsoft – Helpful hints for assessment
  6. Plagiarism and how to avoid it
  7. Indigenous knowledge and learning show case
  8. Summaries, paraphrase and quote
  9. Paragraph writing
  10. Exploring library search
  11. Note taking when reading and in lectures – best practice

Orientasi untuk mahasiswa international

  1. 2018 international students welcome reception oleh Pemda Northern Territory
  2. Pengantar tentang  office of international services
  3. Kehidupan di Australia dan Darwin – what you need to know
  4. Kesehatan fisik dan mental
  5. Budaya akademis di Australia
  6. Keamanan dan keselamatan
  7. Belajar di luar negeri
  8. Being an international students in Australia want are the rules?

Selama dua minggu di Australia, selama mengikuti orientasi – tidak ada tugas / PR sama sekali, tidak ada kewajiban untuk mengikuti masing masing sesi, tidak ada tekanan dari senior, tidak ada sesi kelas malam. Masa orientasi di CDU memiliki motto untuk “Navigate, Explore and Experience” yaitu mencari, menejalah dan mengalami. mungkin itu yang dibutuhkan untuk memulai semester baru, di kampus baru dan negara baru.

Selama orientasi, kampus menekankan pada budaya akademis dan memahami cara memanfaatkan fasilitas yang ada. Selama di Indonesia tidak pernah belajar secara khusus bagaimana mencatat dengan baik, atau apa itu plagiat dan cara menghindari “copy paste” dan tidak ada orientasi di kampus mengenai adat setempat maupun budaya. Mungkin saking lamanya sudah tidak berada di kampus di Indonesia, lupa apakah diajarkan bagaimana menulis sebuah paragraph dengan baik dan bener, terkahir kali waktu di SMA – belajar tentang tata bahasa. Waktu mahasiswa S1 maupun S2 jarang sekali ke perpus. Mungkin kebiasaan buruk saya, jarang di kampus waktu S1, S2 bisa diperbaiki saat S3 di Kampus.

Selain mengikuti Orientasi, mengikti bimbingan dengan supervisor and proses administrasi di kampus, beli kartu nomor telpon di Australia pake optus puls paket data, mencari makanan/ warung halal, jumatan di mesjid, daftar rekening bank – commonwealth bank, registrasi asuransi dengan Allianz – OSHC dan konversi SIM dari Indonesia ke Australia. Ada lowongan untuk untuk menjadi relawan di Australian Red Cross, sama program menjadi Student Ambassador di StudyNT dan peluang menjadi anggota Panitia

Untuk mengobati rindu Indonesia, setiap hari Video call dengan istri and anak walaupun ada perbedaan 3 jam – tetap semangat telpon. Begitulah, 2 minggu pertama di Australia. Terima Kasih kepada LPDP sudah memberi kesempatan dan membiayai perjalanan selama ini. tetap Semangat untuk Ph.D di bidang Humanitaraian, Emergency and Disaster Management. Edisi tahun ini akan, fokus pada kegiatan orientasi selama 2 minggu. Semoga bermanfaat.

Darwin, 24 Februari 2018

Mujiburrahman

 

 

 

Advertisements
Kegiatan Sosial Keagamaan

Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Saat pindah ke Darwin, saya berencana untuk mengikuti beberapa kegiatan sosial dan keagamaan. Adapun kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang berkaitan dengan menjadi mahasiswa di kampus Charles Darwin University (CDU), kegiatan yang sesuai minat dan bakat, kegiatan yang berkaitan dengan kemanusiaan dan terakhir kegiatan keagamaan. adapun rincian kegiatan adalah sebagai berikut:

  • Kegiatan Sosial dan olah raga di International Darwin House
  • Kegiatan dan Pelatihan Debate – di CDU Debate Club
  • Kegiatan yang diselenggarakan oleh PPIA NT atau konsulat
  • Kegiatan di CDU Muslim student Society dan kegiatan keagamaan lainnya yang di mesjid setempat
  • Terlibat dengan Australian Red Cross di Darwin – semoga cukup beranikan diri untuk mejadi donor darah
  • Terlibat di kegiatan Save the Children Australia di Darwin
  • Membuat cabang LPDP di Darwin

Semoga kegiatan kegiatan diatas bisa berjalan lancar. Perjalanan empat tahun masih panjang maka harus punya rencana yang jelas sebelum berangkat. Tulisan tulisan kedepan akan menceritakan kehidupan di Darwin.

 

Terjun ke Lapangan

Kegiatan lapangan Keliling Indonesia 2016 – 2018

Ada tahun 2016 memulai kerja dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik di Indonesia. selama hampir 2 tahun bekerja sudah keliling ke berbagai daerah di Indonesia.

  • Nusa Tenggara Timur di Sumba, Kupang dan Belu untuk memasalah kekeringan akibat elnino
  • Sumatera di Aceh, Padang dan Lampung untuk gempa di pidie jaya, banjir dan longsor d 50 kota and pelatihan di lampung
  • Jawa di Jakarta sebagai kantor pusat pusat Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Jawa Barat (banjir – Bandung, Banjir – Garut danGempa Tasik) dan pelatihan di Jogjakarta –
  • Bali dan NTB untuk letusan gunung api Agung di Karangasem

Semoga bisa menuliskan pengalaman di masing masing daerah yang terkena bencana selama 2016 – 2018.

38 Workshop

Mengikuti Workshop tahun 2017 – 2018

Cukup banyak workshop yang dikuti pada tahun 2016 – 2018 khususnya saat mewakili Yayasan Sayangi Tunas Cilik di Indonesia. Untuk yang terkini berikut adalah daftar kegiatan yang diikuti sebagai peserta, fasilitator maupun pembicara:

2018

  • 31 Jan – 2 Feb : Budget Holder Training
  • 29 – 30 January : SMT Meeting
  • 18 January :Workshop Cluster for Protection and Displacement in Indonesia as participant representation from Save the children / Yayasan Sayangi Tunas Cilik – member of the Psycho-social Support sub cluster – Hotel Grand Melia, Jakarta
  • 24 – 26 January : Training on Joint Education Needs Assessment for West Java Earthquake. I provided a presentation on Introduction to Education in Emergency in Indonesia – Hotel Dewi Asri Tasikmalaya, Jawa Barat

2017

  • 13 December : Evaluation of Join Needs Assessment between Emergency Capacity Building, HFI and Partners. As a as lead facilitator. Hotel Sahati, Jakarta Selatan
  • 21 – 22 November : Cash Programming Workshop in Indonesia lead by UNOCHA – participated as a co facilitator at Hotel Ashley, Jakarta
  • 9 November : Workshop finalization of the Education Sector Contingency Plan for Volcano Eruption in Karangasem, Bali
  • 1 November : Emergency Preparedness Plan Workshop for Save the Children Indonesia in Indonesia at Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan
  • 17 August : Workshop on Humanitarian Country Strategy as co-facilitator at Hotel Gran Kemang – Jakarta
  • 2-3 August : Emergency Preparedness Plan in Mondelez Project Area as co Facilitator at Hotel Lembah Hijau – Lampung
  • 7- 10 August : Monitoring Evaluation Accountability and Learning Training in Indonesia – Hotel Disaster Oasis, Sleman, Yogyakarta  
  • 25-28 April : Education in Emergency Training in Indonesia as co facilitator in Hotel Ibis Styles, Bali
  • 20 – 31 March : Education in Emergency Training in Bangkok – as a Participant representing YSTC/ Save the Children Indonesia at Column Bangkok Hotel, Thailand

Semoga untuk masing-masing kegiatan diatas saya bisa menuliskan satu artikel atau keterangan apa yang terjadi di  masing masing workshop, training atau meeting. Ada banyak bahasan yang menarik untuk di pelajari yang sebaiknya di sharing bukan hanya di simpang untuk sendiri.

36 Disertasi

Menuju disertasi Governance dan Desentralisasi Peringatan Dini di Indonesia

Sebelum berangkat ke Australia untuk melanjutkan beasiswa LPDP di Charles Darwin  University, sata telah menulis dua jenis proposal penelitian untuk S3 sama sama dalam bahasa Inggris yang pertama digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa LPDP dan kedua untuk persyaratan di terima di Charles Darwin University.

Adapun beberapa hal kata kunci dalam penelitian saya yaitu:

  1. Governance –
  2. Desentralisasi
  3. Sistem Peringatan Dini
  4. Multi Hazard
  5. Peranan masyarakat

Penelitian tentang Governance sudah cukup banyak dilakukan di Indonesia. Pengalaman saya menulis tentang Governance cukup baik, khususnya di sektor perbankan dengan tema Good Corporate Governance. Saat S1 dan S2 sama-sama tulis tentang GCG di sektor perbankan. Pada saat yang sama mempelajari Good Governance secara umum untuk menambahkan wawasan dan ilmu. Sekarang untuk S3 akan fokus pada Good Governance di Indonesia. Dalam penelitian ini, ada perkembangan yang menarik yaitu dengan apa yang disebut dengan Risk Governance atau Disaster Risk Governance. Adapun perbedaan yang cukup mencolok antara risk management dan Disaster Management, namun yang tersebut akan dijelaskan dapam kesempatan yang lain. Penulis tentang penanggulangan bencana di Indonesia akan menjadi fokus 4 tahun kedepan saya.

Isu desentralisasi menjadi isu yang menarik bagi penanggulangan bencana di Indonesia. Apabila kita melihat begitu banyak investasi bagi peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di tingkat pusat, maka sekarang akan fokus bagaimana bisa peningkatan kapasitas di tingkat lokal baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Peringatan dini ditingkat lokal di harapkan lebih akurat dan tepat sasaran kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Sudah banyak updaya yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas BPBD di daerah, namun belu begitu banyak upaya peningkatan kapasitas soal peringatan dini.

Saat ini begitu banyak tulisan yang menulis tentang sistem peringatan dini untuk satu jenis ancman seperti Sistem peringgatan dini untuk Tsunami, Gunung Api, Banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran hutan.  Namun sudah mulai ada inisatif untuk menjadikan satu Sistem Nasional Peringatan Dini untukk Multi Ancaman Bencana di Indonesia. Initatif berasal dari BNPB dengan koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga Lain untuk menyaipakan Kerangka Hukum atau payung hukum di Indonesia khusus untuk peringatan dini. akan di upayakan Peraturan Persiden dan naskah akademik untuk Sistem National Peringatan Dini Multi Ancaman Bahaya Bencana di Indonesia. Penerjemahkan dalam bahasa inggris akan menjadi salah satu tugas utama sebelum berangkat ke Australia. Juga untuk semua UU, PP, Perka, Perda dan lain lain yang berkaitan dengan Peringatan Dini.

Konsep Multi Hazard merupakan pendekatan yang sistematis, holistik dan menghindarkan upaya upaya yang hanya fokus pada satu jenis bencana. Indonesia itu dihadapi oleh banyak bencana, berbagai macan ancaman yang dihadapi, oleh karena itu pendekatan Multi Hazard merupakan penitng untuk sinergitas, hamonisasi, kolaborasi dan kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Penelitian Saya akan mencoba untuk mengkawinkan MHEWS milik BNPB dengan Magma INdonesia Miliki PVMBG. Semoga ide ini akan di terima untuk perbaikan kedepan.

Terakhir namun tidak kalah penting yaitu peranan masyarakat dalam sebuah sistem peringatan dini. Muncul istilah Community Based Early Warning System merupakan bentuk kecewaan civil society dalam peringatan dini punya pemerintah yah terkesan lambat ataupun tidak bisa menjangka masyarakat di desa. Oleh karena itu dengan program sosial kemasyarakat di bentuklah desa desa tangguh yang memiliki sistem peringatan dini di tingkat desa. Di upaya di depan bahwa peran masyarakat harus akan menjadi penting untuk kunci sukses peringatan dini yang multi bencana. Selain itu peringatan dini harus bisa mencapai masyarakat yang rentan seperti untuk difabel, anak anak dan lansia yang tinggal di daerah rawan bencana. Adapun pengetahuan dan kekayaan kearifan lokal masyarakat setempat dan masyarakat adat yang memiliki peringatan dini yang di turunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai-nalai dari kebudayaan dan masyarkat ada akan memperkuat ketangguhan masyarakat setempat dan akan diperkuatkan lagi dengan informasi ilmiah dari Pemerintah Pusat maupun dari Akademisi kampus.

Semoga tulisan ini akan menjadi semangat untuk lebih teliti lagi masing masing sektor biar menghasilkan penelitian S3 yang komprehensif soal Peringtan Dini di Indonesia. Semoga Penelitian saya bisa bermanfaat Bagi Indonesia.